Shell Eco-Marathon, ITS Yakin Pertahankan Gelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Formula Sapu Angin Speed (SAS) hasil buatan Mahasiswa Intitut Teknologi Sepuluh November Surabaya untuk berlaga di ajang di Student Formula Jepang ini saat di luncurkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, (23/8). TEMPO/Fully Syafi

    Mobil Formula Sapu Angin Speed (SAS) hasil buatan Mahasiswa Intitut Teknologi Sepuluh November Surabaya untuk berlaga di ajang di Student Formula Jepang ini saat di luncurkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, (23/8). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Manila - Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya II dengan mobil Sapuangin 8 optimistis bisa mempertahankan gelar di Shell Eco-Marathon 2014 yang dimulai hari ini, Jumat, 7 Februari 2014, di Luneta Park, Manila.

    Keyakinan itu muncul setelah mereka menggelar beberapa uji coba sebelum keberangkatan ke Filipina. Tim ITS sukses melampaui catatan ketika menjadi juara pada 2012, yaitu 167 kilometer dengan satu liter bahan bakar. 

    "Dalam tiga kesempatan uji coba di Surabaya kami berhasil menempuh 228 kilometer dalam satu liter bahan bakar. Jadi kami cukup optimistis bisa juara lagi," kata Irvan Anhar, pengemudi mobil Sapuangin 8.

    Target lebih rinci dipatok pendamping tim, Witantyo. "Mudah-mudahan kali ini bisa menempuh 250 kilometer dalam satu liter bahan bakar," katanya.

    Selalu tampil di kelas urban concept, atau mobil yang menyerupai wujud asli, Sapuangin ITS memang langganan juara Shell Eco-Marathon. Pada 2010, mereka menyabet gelar juara di kategori mobil yang menggunakan bahan bakar bensin dengan jarak tempuh 237 kilometer per liter bahan bakar.

    Sejak 2011, Sapuangin ITS beralih menggunakan bahan bakar biodiesel. Hebatnya, mereka tetap berhasil meraih gelar juara dengan jarak tempuh 150 kilometer per liter bahan bakar.

    Pada Shell Eco-Marathon 2014 kategori biodiesel, tim Sapuangin 8 akan berhadapan dengan tim PLM Alpha 4 asal Pusat Latihan Mekanik Brunei Darussalam, tim Cikal Diesel asal Institut Teknologi Bandung, dan tim Haribon asal Institut Teknologi Mapua Filipina.

    Pemenang di semua kelas dan kategori di Shell Eco-Marathon 2014 akan mendapat hadiah US$ 2 ribu.

    Berikut daftar peserta Shell Eco-Marathon 2014:

    1. Brunei Darussalam: 5 tim
    2. Cina: 3
    3. Mesir: 2
    4. India: 13
    5. Indonesia: 18
    6. Lebanon: 2
    7. Malaysia: 16
    8. Pakistan: 8
    9. Filipina: 15
    10. Qatar: 3
    11. Singapura: 4
    12. Korea Selatan: 2
    13. Thailand: 11
    14. Uni Emirat Arab: 2
    15. Vietnam: 5
    Total: 109 tim

    Kategori:

    - Prototype: 71 tim
    - Urban Concept: 38 tim

    Pembagian berdasarkan bahan bakar:

    - Baterai: 30 tim
    - Diesel: 18 tim
    - Etanol: 9 tim
    - Biodiesel: 4
    - Bensin: 39 tim
    - Gas: 2 tim
    - Hidrogen: 7 tim

    ARIE FIRDAUS (MANILA) 

    Berita lain
    Gaji Bos Baru Microsoft Jauh di Bawah Bos Apple
    Anti-Malware Windows XP Tersedia Hingga 2015
    NAZI Nyaris Gunakan Nyamuk Jadi Senjata
    Game Flappy Bird Untung Rp 608 Juta per Hari
    Ini Siasat BlackBerry Tingkatkan Pengguna BBM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.