Kamis, 26 April 2018

Microsoft Mau Gratiskan Windows ?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Windows 8.1  wpcentral.com

    Windows 8.1 wpcentral.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan gratis memang memiliki banyak penggemar. Google yang menggratiskan banyak layanannya telah membuktikannya. Layanan mereka sudah berupa berbagai jenis. Salah satunya: sistem operasi pada komputer, Chrome OS. Apple juga sudah menggratiskan sistem operasi komputernya, OS Maverick. (Baca: Penjualan Laptop Chromebook Melonjak)

    Microsoft sepertinya juga tengah berancang-ancang mengratiskan sistem operasi terbarunya, Windows 8.1. Dalam bocoran yang dilansir ZDNet, Jumat, 28 Februari 2014, tertuang lisensi gratis bagi produsen PC. Microsoft tampaknya mau meniru langkah Google. Dalam lisensi ini, Microsoft tak hanya akan menggratiskan Windows, tapi juga membekali sistem operasi tersebut dengan mesin pencari miliknya, Bing.

    Microsoft berharap penggratisan ini membuat banyak pengguna Windows 7 yang mau hijrah ke Windows 8.1. Penggratisan ini akan menyasar pasar laptop menengah-bawah yang berharga di bawah US$ 250.

    Percobaan penggratisan ini juga disebut untuk membuat layanan cloud OneDrive dan aplikasi Windows lainnya makin laku dan menghasilkan uang. Strategi bisnis ini mirip dengan yang dilakukan Google. Detail ihwal rencana ini kemungkinan akan diungkap dalam konverensi pengembang Windows pada April nanti.

    Percobaan yang hampir sama pernah dilakukan Microsoft, yakni memotong harga aplikasi. Pada 2010, produsen PC dikenai biaya lisensi US$ 2 untuk Office 2010 Starter Edition. Harga ini berlaku jika produsen setuju untuk menanamkan Bing dan Windows Live Essentials dalam produknya. Jika produsen PC hanya ingin Office Starter 2010 saja, Microsoft mengenakan biaya US$ 5 per salinan. 

    NUR ROCHMI | ZDNet | The Verge

    Baca Juga: 










     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.