Isu Mata-mata, Obama Ajak Diskusi Bos Teknologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Obama dan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, dalam acara di Palo Alto, California, Rabu (20/4).(Philip Scott Andrews/The New York Times)

    President Obama dan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, dalam acara di Palo Alto, California, Rabu (20/4).(Philip Scott Andrews/The New York Times)

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dikabarkan segera menggelar diskusi dengan para chief executive officer (CEO) perusahaan berbasis teknologi. Pertemuan digelar menyusul memanasnya isu mata-mata yang dilakukan lembaga intelijen National Security Agency (NSA) terhadap sejumlah situs. 

    Ini akan jadi pertemuan kedua Obama dengan para bos perusahaan teknologi. Desember lalu, Gedung Putih menggelar diskusi bersama bos perusahaan teknologi, antara lain CEO Yahoo! Marissa Mayer, CEO Apple Tim Cook, dan CEO Twitter Dirk Costolo. Saat itu mereka meminta Obama mereformasi regulasi pengawasan terhadap dunia maya. 

    Gedung Putih belum mengkonfirmasikan secara resmi daftar para CEO yang diundang Obama. Seperti dilansir situs CNET pada Jumat, 21 Maret 2014, seorang sumber menyebutkan bos perusahaan teknologi yang dipastikan menjadi tamu undangan antara lain CEO Google, CEO Facebook, dan CEO Yahoo!.

    Rencana pertemuan ini merupakan kelanjutan dari protes bos Facebook, Mark Zuckerberg, yang berang karena dugaan pencegatan oleh NSA terhadap media sosial paling populer sejagat raya itu. Isu ini disampaikan oleh mantan agen NSA, Edward Snowden, yang menyebutkan Facebook telah dimanfaatkan NSA untuk menyebar malware ke jutaan komputer di seluruh dunia.

    Mendengar kabar tersebut, Zuckerberg bahkan menelepon Obama untuk menyampaikan rasa frustrasinya. Melalui akun Facebook-nya, Zuckerberg meminta pemerintah AS lebih transparan terhadap kebijakan Internet.

    "Ketika insinyur kami bekerja tanpa lelah meningkatkan keamanan, kami ingin melindungi Anda dari orang jahat, bukan karena pemerintah kami sendiri," tulisnya.

    Kritik perihal keamanan dunia maya juga dilontarkan CEO Google Larry Page. "Sangat mengecewakan ketika pemerintah melakukan hal itu (pencegatan) tanpa memberi tahu kami," ujarnya dalam sebuah konferensi di Vancouver, Kanada.

    CNET | SATWIKA MOVEMENTI

    Berita terpopuler:
    Subsidi Membengkak, Hatta: RFID Omong Doang!
    Ini Spesifikasi Samsung Galaxy S5 di Indonesia  
    Bali, Obyek Wisata yang Paling Disukai Warga Rusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.