Google Patenkan Input Kedipan Mata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Glass. AP/Frank Franklin II

    Google Glass. AP/Frank Franklin II

    TEMPO.CO, Jakarta - Kita biasa berinteraksi dengan gagdet melalui ketikan. Banyak perintah yang kita atur melalui keyboard. Atau, dengan suara seperti Siri di iOS atau Google Now di Android. Google, yang Januari lalu mengumumkan lensa kontak pintar, kali ini mengajukan paten baru terkait dengan interaksi atas komputer. Interaksi ini bentuknya lewat kedipan mata (blink). Menurut aplikasi yang diajukan ke USPTO (United States Patent and Trademark Office), Sabtu pekan lalu, Google menginginkan paten user interface lewat kedipan mata.

    Paten ini mengambarkan akan ada beberapa sensor di lensa kontak yang bisa mendeteksi mata penggunanya saat berkedip. Akurasi sensor ini disebut sangat luar biasa. Sensor yang ada, di antaranya, mencakup sensor cahaya, tekanan, suhu, konduktivitas, dan medan listrik.

    Dengan beragam sensor tersebut, interaksi ini bisa digunakan dalam perangkat biasa atau peringat wearable gadget, seperti kaca mata Google Glass atau jam tangan Moto 360. Kedipan mata bisa diaplikasikan menggunakan setelan dengan pola kedipan tertentu. Misal, satu kedipan berarti "Ya"atau dua kali kediipan berarti "Tidak". Belum jelas, perangkat apa yang bisa dicangkokkan interaksi kedipan ini.

    Google pertengahan Januari lalu mengumumkan lensa kontak pintar. (baca: Lensa Kontak Pengontrol Gula Darah). Selain itu, sejak tahun lalu, Google juga telah mengembangkan kaca mata pintar Google Glass. Dengan kedipan, kaca mata ini bisa langsung mengambil gambar (baca: Sekali Kedip, Google Glass Hasikan Foto)


    Nur Rochmi | Android Headline

    Berita lain
    Google dan Facebook Kuasai Pasar Iklan Mobile
    TE Connectivity Kembangkan Teknologi Pendidikan
    Isu Mata-mata, Obama Ajak Diskusi Bos Teknologi
    Batan Akan Bangun Reaktor Daya di Serpong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.