Ayo Main Kubus Rubik di Google Doodle

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Doodle. Google.com

    Google Doodle. Google.com

    TEMPO.CO, Jakarta -- Google ikut merayakan hari jadi Kubus Rubik yang ke-40 dengan menampilkannya pada doodle. Pada halaman utama Google terpasang sebuah Kubus Rubik dalam format tiga dimensi yang bisa diputar dari berbagai arah. Pengunjung mesin pencari itu bisa bermain Kubus Rubik dengan warna kotak putih, biru, kuning, hijau, jingga, dan merah  yang harus disamakan warnanya dalam satu sisi.

    Kubus Rubik diciptakan oleh seorang arsitek Hungaria bernama Erno Rubik. Kubus puzzle ini sebenarnya sudah ia rancang sejak 1974, tapi baru mendunia sejak Mei 1980. Hari ini, Kubus Rubik telah memasuki usia 40 dan masih menjadi game puzzle yang populer di berbagai negara.

    "Menyelesaikan game ini sebenarnya adalah tugas yang sulit. Sebagian orang tidak cukup sabar untuk memecahkannya," kata Rubik dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan USA Today, Ahad, 18 Mei 2014.

    Meskipun termasuk dalam game puzzle yang sulit, nyatanya banyak orang yang kecanduan bermain Kubus Rubik. Selama 40 tahun, Kubus Rubik telah terjual 350 juta unit di seluruh dunia.

    Belakangan Kubus Rubik mulai dikembangkan menjadi beberapa bentuk. Jika awalnya Kubus Rubik berbentuk persegi sama sisi, kini banyak orang yang mengembangkannya dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Alasannya, agar Rubik lebih menarik dan menantang.

    "Kubus Rubik itu dibuat dengan penuh kontradiksi dan manusia menyukai hal itu karena bisa membuat hidup lebih menarik dan menyenangkan. Kubus Rubik adalah game yang sederhana dan sangat kompleks dalam waktu yang bersamaan," kata Rubik.

    RINDU P HESTYA | USA TODAY

    Berita Lain:
    Perusahaan Inggris Buat Ponsel untuk Tuna Netra
    Ketik SMS Tercepat, Remaja Pecahkan Rekor Dunia
    Google Beli Perusahaan Aplikasi Penerjemah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.