Selasa, 23 Oktober 2018

Bersikap Sinis Itu Merusak Otak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. elderlyjournal.com

    Ilustrasi. elderlyjournal.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika Anda tergolong orang yang mudah sinis, sebaiknya bersegeralah ubah sikap itu. Sebuah penelitian menyebutkan orang yang memiliki sikap sinis dan tidak percaya kepada orang lain lebih mudah terkena penyakit demensia. Penyakit ini menyebabkan penurunan fungsi otak sehingga seseorang kehilangan kemampuan berpikir jernih dan berujung pada pudarnya memori.

    Sikap sinis muncul ketika seseorang menilai orang lain egois dan tidak bisa diandalkan. Psikolog menyebut sikap sinis sebagai bentuk kemarahan kronis yang berkembang seiring dengan waktu. Sikap ini telah lama diasosiasikan dengan masalah kesehatan, seperti serangan jantung.

    Anna-Maija Tolppanen, peneliti dari University of Eastern Finland yang terlibat dalam riset ini, mengatakan ada studi yang menyebut orang yang mudah sinis lebih cepat meninggal atau kesehatannya buruk. "Belum ada yang menghubungkan sikap sinis dengan demensia, namun ada studi yang menyebutkan orang yang terbuka dan optimistis punya risiko lebih rendah terserang demensia," kata Tolppanen.

    Laporan riset Tolppanen dan koleganya di jurnal Neurology milik American Academy of Neurology, 28 Mei 2014, menyebutkan ada hubungan antara sikap sinis dan demensia. Tolppanen mengatakan studi tersebut membuktikan bahwa pandangan seseorang terhadap hidup dan personalitas orang lain mempengaruhi kesehatannya. "Adanya hubungan antara pengaruh sinisme pada demensia bisa membantu kita untuk mengurangi risiko penyakit itu," kata Tolppanen.

    Dalam studinya, peneliti memberikan tes demensia dan kuesioner untuk mengukur tingkat sinisme terhadap 1.449 orang dengan usia rata-rata 71 tahun. Soal yang dihadapi partisipan antara lain: "Banyak orang akan berbohong supaya bisa maju"; "Lebih aman untuk tak percaya pada siapa pun"; dan "Kebanyakan orang akan sedikit curang untuk mendapatkan keuntungan daripada kehilangan kesempatan".

    Dari 622 orang yang melengkapi tes demensia, rata-rata delapan tahun setelah studi dimulai, 46 di antaranya didiagnosis menderita penyakit itu. Darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok memperbesar risiko terkena demensia. Peneliti menemukan bahwa mereka yang punya sikap sinis dalam kadar tinggi ada kemungkinan tiga kali lebih besar terkena demensia. Dari 164 orang yang kadar sinisnya tinggi, 14 di antaranya terkena demensia. Sedangkan dari 212 orang yang kadar sinisnya rendah, hanya sembilan yang menderita demensia.

    NEWSWISE | CNN | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


    Berita Terpopuler:
    Chairul Tanjung Emoh Ajak Pejabat Naik Pesawatnya 

    Berpose Seksi, Sara Wijayanto Kecewa Dicap Porno 

    Punya Rp 46 T, Chairul Tanjung Belum Lapor ke KPK

    Agung Laksono Gantikan Suryadharma Ali 

    Kerapatan Layar LG G3 Mencapai 538 Piksel  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.