Xiaomi, Apple dari Cina, Siap Hadang Samsung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Smartphone Xiaomi. Thenextweb.com

    Smartphone Xiaomi. Thenextweb.com

    TEMPO.COBeijing - Xiaomi mungkin masih asing bagi kita. Namun, perusahaan asal Cina itu adalah salah satu perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat secara global. Bahkan, Xiaomi mengalahkan penjualan produk Apple di Cina.

    Lewat ekspansinya ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, Xiaomi yang disebut sebagai Apple dari Cina itu siap menghadang para pemain besar teknologi. "Xiaomi menjadi produsen telepon pintar keenam terbesar di dunia dan nomor tiga di Cina," tulis Bloomberg Businessweek, Kamis, 5 Juni 2014. Pada saat ini penjualan terbanyak di Cina diraih Samsung, disusul oleh Lenovo. (Baca:Xiaomi Technology, Apple Asal Cina)

    Pada 2013, Xiaomi menjual 18,7 juta ponsel yang memberikan pemasukan senilai US$ 5 miliar atau Rp 59,2 triliun. Tahun ini perusahaan itu menargetkan total penjualan yang cukup fantastis, yakni 60 juta unit di seluruh dunia. Selain menjual ponsel pintar, perusahaan yang bermarkas di Beijing ini juga memasarkan sabak digital, televisi HDTV berlayar jumbo, set-top box, router, casing ponsel, serta charger portable

    Produk andalan Xiaomi adalah ponsel pintar yang diberi nama Mi3. Ponsel ini disukai karena penampilannya yang minimalis, dengan ketebalan 8,1 milimeter. Layarnya ditunjang oleh teknologi LG dan prosesor dengan performa tinggi. (Baca: Ponsel Pintar Xiaomi Meluncur Agustus di Indonesia)

    Keistimewaan ponsel ini adalah sistem operasi MIUI berbasis Android, yang hanya dijumpai di produk Xiaomi. Ponsel ini juga mengunggulkan fitur untuk menghemat baterai. 

    Model bisnis Xiaomi terbilang unik. Mereka menjualnya secara online melalui situs. Mereka tidak memasarkan lewat gerai serta menolak beriklan secara konvensional. "Xiaomi hanya menggunakan 1 persen dari total pemasukannya untuk pemasaran produk," tulis Bloomberg. (Baca:Red Rice, Ponsel Pintar Nan Murah dari Xiaomi)

    Xiaomi memilih menghemat biaya pemasaran dan mengalokasikannya untuk dana pembelian komponen yang berkualitas. Hasilnya, mereka berhasil menjual produk dengan harga terjangkau. Sebagai contoh, Mi3 dibanderol seharga US$ 270 atau Rp 3,2 juta. Perusahaan mengklaim saat penjualan diumumkan di situs, ponsel tersebut terbeli dalam hitungan 86 detik.

    BLOOMBERG BUSINESSWEEK | SATWIKA MOVEMENTI

    Terpopuler:
    Penyerang Umat Katolik Bawa Samurai dan Penyetrum
    10 Fakta Unik tentang Yakuza
    Besok, SBY Lantik Lukman Hakim sebagai Menteri
    Yakuza Paksa Tunawisma Bekerja di PLTN Fukushima
    Soekarno 'Hidup Lagi' di Hong Kong

     

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.