Facebook Luncurkan Pelacak Pemilu di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Wahyu Putro A

    ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilu presiden akan digelar dua pekan lagi. Untuk memberikan informasi soal pemilu, Facebook resmi meluncurkan pelacak pemilu bernama Facebook Suara Indonesia. (Baca: Facebook Kini Beri Banyak Pilihan Jenis Kelamin)

    Pelacak pemilu dapat menonitor siapa calon presiden terpopuler berdasarkan jumlah nama mereka dalam posting di Facebook. Pengguna juga bisa mengecek kepopuleran Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berdasarkan data geografis dan waktu. Namun sayangnya, tracker pemilu tidak bisa mengelompokkan mana posting yang negatif dan positif.

    Dikutip dari Tech in Asia, Rabu, 25 Juni 2014, tracker ini dikembangkan dari hasil kerja sama dengan lembaga digital Bubu. Pemimpin Facebook Indonesia, Anand Tilak, mengatakan pembuatan Facebook Suara Indonesia berawal dari jumlah pengguna di Indonesia yang mencapai hampir 70 juta orang. Layanan tersebut dibuat untuk membantu melihat data-data tentang kedua pasangan. (Baca: Facebook Luncurkan Laman Khusus Piala Dunia)

    Pada halaman utama, Facebook akan memajang dua capres secara berpasangan. Dari posting tentang kedua calon pemimpin tersebut akan dibuat persentasenya untuk masing-masing nama capres dan cawapres, lengkap dengan jumlah pengguna yang me-like atau menyukai profil mereka.

    Adapun media sosial Twitter menyatakan, sejak awal bulan ini, pengguna Indonesia telah mengirimkan lebih dari 42 juta cuit tentang pemilu hingga saat ini. Diperkirakan jumlahnya akan meningkat saat dan setelah pemilu berlangsung.

    RINDU P. HESTYA | TECH IN ASIA

    Berita Lain:
    Nokia: Masyarakat Indonesia Nikmati 4G Tahun Depan
    Museum Iptek Jepang Akan Dipandu Robot 
    MNC Perkenalkan Layanan Play Media


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.