Ponsel Fleksibel Bakal Jadi Tren di 2018  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model memegang sebuah ponsel pintar dari Samsung saat berlangsungnya pameran CES di Las Vegas, (9/1). Samsung bekerjasama dengan Microsoft berencana akan meluncurkan ponsel pintar yang fleksibel dengan menggunakan layar OLED.  (AP Photo/Jae C. Hong)

    Seorang model memegang sebuah ponsel pintar dari Samsung saat berlangsungnya pameran CES di Las Vegas, (9/1). Samsung bekerjasama dengan Microsoft berencana akan meluncurkan ponsel pintar yang fleksibel dengan menggunakan layar OLED. (AP Photo/Jae C. Hong)

    TEMPO.CO, Seoul - Firma Riset DisplaySearch di Korea Selatan memprediksi 40 persen dari total telepon pintar yang dipasarkan pada 2018 akan memiliki penampilan fleksibel. Ponsel semacam itu dapat digulung hingga membentuk tabung dengan diameter kecil.

    Pada 2013, penelitian DisplaySearch menyebutkan rasio ponsel pintar fleksibel hanya berjumlah 0,2 persen. Tahun depan, DisplaySearch memprediksi kenaikannya mencapai 12 persen.

    Saat bersamaan, kenaikan tren sejalan dengan peningkatan permintaan perangkat pakai (wearable). “Rata-rata permintaan perangkat wearable setiap tahun naik 22 persen antara 2013 hingga 2018,” ujar DisplaySearch yang dikutip situs Business Korea, Senin, 14 Juli 2014. (Baca:Layar Fleksibel Bukan Lagi Mimpi)

    Produsen elektronik Samsung sebelumnya juga sudah memprediksi tren ponsel fleksibel. Divisi yang menangani layar, Samsung Display, sudah menyatakan akan berfokus mengembangkan layar fleksibel mulai 2015. Mereka juga akan menciptakan perangkat pakai dengan layar lengkung dan fleksibel. “Memproduki layar antigores adalah tujuan utama mereka,” ujar Samsung yang dikutip Business Korea. (Baca: Samsung Siapkan Ponsel Layar Lipat Fleksibel)

    Samsung dikabarkan bakal menghadirkan layar fleksibel bagi ponsel pintar dan layar komputer dengan kategori premium. Perusahaan akan meningkatkan rasio kontras pada panel AMOLED menjadi 2.000.000 : 1 dan meningkatkan reproduksi warna hingga seratus persen. Sebagai perbandingan, rasio kontras pada layar dengan kualitas LCD adalah 1.000 : 1, sementara tingkat reproduksi warnanya 70 persen.

    Kompetitor Samsung, LG, sudah menyatakan tengah berfokus di produk dengan layar yang fleksibel. LG mengawalinya dengan layar televisi selebar 18 inci yang dapat digulung dengan diameter hingga 6 sentimeter. (Baca: Samsung Siapkan Jam Tangan Layar Fleksibel)

    Teknologi dengan layar fleksibel merupakan strategi perusahaan untuk menghadang produk buatan Cina, Taiwan, dan Jepang. LG berharap rancangan layar fleksibel dapat menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk ini. "Layar televisi ini ditunjang oleh teknologi OLED dengan hasil gambar yang sangat kaya," tulis ABC News.

    LG telah berinovasi dengan menghadirkan televisi lengkung, disusul telepon pintar berlayar lengkung. Namun belum dijelaskan mengenai fitur yang bakal hadir di televisi tersebut. (Baca: LG Ciptakan Televisi dengan Layar Dapat Digulung)

    BUSINESS KOREA | ABC NEWS | SATWIKA MOVEMENTI

    Terpopuler:
    Soal Dukung Jokowi, Demokrat Tidak Haus Kekuasaan
    Saksi Prabowo di Tamansari Juga Tolak Tanda Tangan
    Pendukung Prabowo Sepakat Tunggu Hasil KPU
    Penyiar TV Kondang di Cina Ditangkap Jelang Siaran 
    Marquez Menang MotoGP Jerman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.