Samsung Kuasai Pasar Tablet Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Galaxy Tab S tersedia dalam versi Wi-Fi dan LTE. Versi LTE diperkuat dengan Snapdragon 800, quad-core Krait 400 @ 2.3GHz; Adreno 330 GPU; 3GB RAM. Dan Wi-Fi menggunakan Exynos Octa 5422: quad-core Cortex-A15 @ 1.9GHz plus quad-core Cortex-A7 @ 1.3GHz; 3GB RAM. AP/Kathy Willens

    Galaxy Tab S tersedia dalam versi Wi-Fi dan LTE. Versi LTE diperkuat dengan Snapdragon 800, quad-core Krait 400 @ 2.3GHz; Adreno 330 GPU; 3GB RAM. Dan Wi-Fi menggunakan Exynos Octa 5422: quad-core Cortex-A15 @ 1.9GHz plus quad-core Cortex-A7 @ 1.3GHz; 3GB RAM. AP/Kathy Willens

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President IM Business Samsung Electronics Indonesia, Andreas Rompis, mengatakan potensi pasar sabak digital atau tablet kelas premium di Indonesia masih cukup tinggi. Ini terbukti dengan besarnya raihan pangsa pasar Samsung untuk kategori sabak digital di Tanah Air.

    "Pangsa pasar sabak digital Samsung di Indonesia sekitar 50 persen," ujarnya saat peluncuran Samsung Galaxy Tab S di Jakarta, Rabu, 16 Juli 2014. Padahal, seperti diketahui, varian sabak yang diluncurkan Samsung merupakan kategori produk kelas atas.

    Andreas menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan sabak digital masih menjadi gadget favorit di Indonesia. Pertama adalah fungsinya untuk menonton video dan film. Kemudian penggunaan media sosial. Sedangkan yang ketiga adalah fungsi untuk browsing situs Internet.

    Dia juga menampik anggapan bahwa sabak digital tidak sepopuler telepon cerdas. Oleh karena itu, Samsung tetap berinovasi lewat desain dan fitur yang ada di sabak digital. "Apalagi kalau menyebut sabak digital di Indonesia, sudah indentik dengan Samsung," ucap Andreas.

    Sabak digital teranyar yang baru diluncurkan Samsung adalah Galaxy Tab S, yang tersedia dengan dua ukuran pilihan, yakni 8,4 inci dan 10,5 inci. Produk ini mengunggulkan rancangan, ketajaman gambar, fungsi konektivitas, serta keamanan. Produk ini siap dipasarkan di Tanah Air mulai 19 Juli mendatang.

    Samsung menargetkan pangsa pasar sabak digital secara global sebesar 22,6 persen di tahun ini, atau naik dari 18,3 persen pada 2013. Sementara itu total pengapalan sabak digital diprediksi mencapai 290 juta unit.

    Sebelumnya, lembaga riset International Data Corporation (IDC) memprediksi pertumbuhan sabak digital secara global sepanjang tahun ini akan melambat. Sabak digital berbasis Android masih mendominasi dengan pengapalan mencapai 64,4 persen, disusul iOS 30,3 persen, dan Windows 5,3 persen. Adapun total pengapalannya diperkirakan mencapai 254,4 juta, atau turun 6,5 juta dari tahun 2013. Simak berita tekno lainnya di sini.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita lain
    NASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar Bumi 
    Senyawa dalam Ganja Bisa Redam Tumor 
    Kuda Laut Bisa Menggeram
    Project Zero, Pasukan Google Pemberantas Bug 
    Ilmuwan Temukan Fosil Burung Bersayap Empat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.