Teknologi Anti-Rudal buat Pesawat Komersial

Reporter

Misil Buk-M1-2 yang dapat melontarkan rudal dari darat ke udara ini diduga menjadi penyebab jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17 di Donetsk, Ukraina. Wikimedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Dengan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 rute Amsterdam-Kuala Lumpur akibat tembakan rudal menunjukkan pesawat komersial masih minim perlindungan untuk seluruh penumpang dan awak di dalamnya. Padahal sebenarnya sudah ada sistem perlindungan pesawat, seperti yang digunakan Israel dengan nama Sky Shield. (Baca: Mengenal Rudal yang Tembak Jatuh MH17)

Dikutip dari Fox News, Ahad, 20 Juli 2014, Sky Shield adalah sistem perlindungan pesawat yang dikembangkan Israel yang bisa melindungi pesawat jenis Boeing. Dalam sebuah uji coba, para pejabat mengklaim Sky Shield efektif melindungi EI Airlines Boieng 737 dari lima tembakan rudal.

"Sistem Sky Shield, dengan menggunakan teknologi laser yang bisa mengalihkan rudal yang ditembakkan pesawat dari lintasan udara, telah dipilih oleh Kementerian Perhubungan Israel untuk melindungi penerbangan pesawat. Rangkaian tes membuktikan Sky Shield bisa melindungi pesawat dan seluruh isinya," kata Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataan setelah sukses melakukan tes awal tahun ini.  

Adapun perlindungan seperti ini juga digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dengan sistem Large Aircraft Infrared Counter-Measure (LAIRCM). Dengan sistem tersebut, pesawat kargo berukuran jumbo-jet dan tanker udara juga bisa dilindungi dari misil. (Baca: Pengamat: MH17 Ditembak Rudal Tekanan Tinggi)

Air Force One, hasil modifikasi dari Boeing 747, merupakan salah satu pesawat yang dilengkapi teknologi ini. Namun, selain Air Force One, belum ada pesawat lain yang menggunakan sistem ini.

"Sistem ini bukanlah seperti 'tongkat ajaib'. Tapi ide untuk melindungi pesawat dengan sistem itu perlu ditelaah kembali," ujar Jim Walsh, Direktur Program Studi Keamanan di Massachusetts Institute of Technology.

Selain itu, tutur Walsh, dibutuhkan biaya yang fantastis untuk bisa memasangkan teknologi LAIRCM. Untuk satu pesawat komersial atau jet dari serangan (Man-Portable Air Defense System) atau salah satu senjata antipesawat terbang, misalnya, dibutuhkan dana sekitar US$ 1 juta hingga US$ 4 miliar.

Northrop Grumma--perusahaan teknologi pertahanan pesawat--juga mengembangkan sistem penolak rudal dengan sebutan The Guardian. Teknologi ini telah dipasangkan pada pesawat penumpang Boeing MD-11.

"Sistem The Guardian menyediakan perlindungan 360 derajat untuk pesawat dari ancaman rudal. Ketika The Guardian mendeteksi peluncurkan MANPADS, alat itu akan menggunakan sinar laser untuk mengacaukan arah rudal. Seluruh proses terjadi dalam waktu dua-lima detik dan tanpa kerja dari awak pesawat atau pilot," kata perusahaan.

RINDU P. HESTYA | FOX NEWS


Berita Lain:
Ilmuwan Temukan Pup Dinosaurus Terpanjang di Dunia
Jennifer Lopez Jadi Nama Tungau Air Jenis Baru
WeChat Perbarui Fitur Jelang Lebaran  






Pemanfaatan Iptekin sebagai Penentu Arah Kebijakan Nasional

20 April 2022

Pemanfaatan Iptekin sebagai Penentu Arah Kebijakan Nasional

Ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (Iptekin) telah menjadi salah satu faktor utama bagi negara-negara maju dalam mempercepat program pembangunan nasional di berbagai sektor, terlebih pada sektor pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.


Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia

20 April 2022

Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia

Praktik Kebijakan Iptekin di Indonesia dan Malaysia


Peran Penting Iptekin terhadap Kemajuan Sebuah Bangsa

9 April 2022

Peran Penting Iptekin terhadap Kemajuan Sebuah Bangsa

Ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (Iptekin) adalah salah satu elemen kunci dalam mendorong dan mempercepat pembangunan ekonomi di suatu negara.


Prabowo Teken Kerja Sama Pengembangan Iptek dengan UGM

5 Februari 2022

Prabowo Teken Kerja Sama Pengembangan Iptek dengan UGM

Kemenhan, kata Prabowo, sangat membutuhkan dukungan teknologi hasil penelitian para ilmuwan di perguruan tinggi.


Pemerintahan Epistemik untuk Kemajuan Bangsa

4 November 2021

Pemerintahan Epistemik untuk Kemajuan Bangsa

Korea Selatan memberi banyak pelajaran tentang keterlibatan pemerintah yang menerapkan iptek dan inovasi untuk mencapai kemajuan ekonomi.


Jokowi Minta Polri Kuasai Iptek untuk Hadapi Berbagai Ancaman

1 Juli 2021

Jokowi Minta Polri Kuasai Iptek untuk Hadapi Berbagai Ancaman

Presiden Jokowi meminta Polri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk melawan segala bentuk ancaman terhadap Indonesia.


Hari Kartini, Ini Peran 3 Peneliti Wanita LIPI dalam Perkembangan Iptek

21 April 2021

Hari Kartini, Ini Peran 3 Peneliti Wanita LIPI dalam Perkembangan Iptek

Sepanjang kiprahnya sebagai perempuan peneliti kelautan, Yoyo berhasil menemukan banyak spesies biota dari laut Indonesia.


Penguasaan Iptek Kurang, Ma'ruf Amin: Daya Saing RI Tertinggal

24 Februari 2020

Penguasaan Iptek Kurang, Ma'ruf Amin: Daya Saing RI Tertinggal

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan perkembangan inovasi dan daya saing teknologi Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain.


Maruf Amin: BJ Habibie Memberikan Investasi Kemanusiaan di Iptek

11 September 2019

Maruf Amin: BJ Habibie Memberikan Investasi Kemanusiaan di Iptek

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin mengenang Presiden Ketiga BJ Habibie sebagai anak bangsa yang telah memberikan investasi kemanusiaan untuk RI.


LIPI: UU Sisnas Iptek Tonggak Sejarah dan Lompatan Baru

17 Juli 2019

LIPI: UU Sisnas Iptek Tonggak Sejarah dan Lompatan Baru

UU Sisnas Iptek dinilai akan mengubah paradigma dan peranan iptek di Indonesia, selain memberikan berbagai pengaturan baru yang sangat dinantikan