Tengah Diuji Coba, Begini Vaksin Ebola, ZMapp, Dibuat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti bekerja dengan peralatan khusus di ruang penunjang BSL 3 Prof. DR. Sri Oemijati, di Percetakan Negara, Jakarta, 14 Agustus 2014. Ebola telah menyebabkan kematian mencapai 54,8 persen dan virus MERS CoV menyebabkan kematian mencapai 41,35 persen di dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Peneliti bekerja dengan peralatan khusus di ruang penunjang BSL 3 Prof. DR. Sri Oemijati, di Percetakan Negara, Jakarta, 14 Agustus 2014. Ebola telah menyebabkan kematian mencapai 54,8 persen dan virus MERS CoV menyebabkan kematian mencapai 41,35 persen di dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah ebola di negara-negara Afrika Barat semakin mengkhawatirkan. Upaya pencegahan dan penyebaran terus dilakukan karena belum ada obat yang terbukti efektif mengobati penyakit ini. Namun belakangan, nama vaksin ZMapp dijagokan sebagai penangkal yang ampuh untuk mengalahkan wabah ini.

    Dikutip dari Mashable, Senin, 18 Agustus 2014, ZMapp sebenarnya bukanlah vaksin atau obat. ZMapp adalah antibodi rekayasa yang dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk melawan ebola. ZMapp terbuat dari dua serum: MB-003 dan ZMAb. (Baca: Dua Pasien AS Terkena Ebola Gunakan Obat Zmapp)

    Serum MB-003 dibuat oleh perusahaan obat Biopharmaceutical di San Diego, Amerika Serikat. Dalam sebuah uji coba, serum ini berhasil mengobati kera yang terinfeksi ebola.

    Pertama, peneliti menyuntikan ebola pada tikus percobaan. Lalu, peneliti mengekstrak tiga jenis antibodi yang dapat melawan berbagai serangan virus. Karena tidak mungkin menyuntikan antibodi tikus kepada manusia, ilmuwan lalu menyambungkan dengan DNA manusia dan menghasilkan chimera yang aman. Dari percobaan itu, terciptalah serum MB-003.

    Selanjutnya, peneliti memproduksi MB-003 dalam jumlah yang cukup. Serum ini kemudian digabungkan dengan tanaman tembakau Nicotiana benthamiana. Tanaman ini dipercaya sebagai tempat yang baik untuk pertumbuhan antibodi.

    MB-003 kemudian diuji coba pada monyet yang terinfeksi ebola. Selama satu hingga dua hari, monyet ini menunjukkan tanda penyembuhan. Sebanyak 43 persen kera yang terinfeksi dinyatakan bebas dari ebola.

    Di lain sisi, serum ZMAb yang dikembangkan oleg Defyrys juga menunjukkan hasil yang sama. ZMAb juga mengandung antibodi dari tikus dan diuji pada monyet.

    ZMAb berhasil menyembuhkan monyet yang terinfeksi dalam waktu 24 jam setelah paparan. Sebanyak 50 persen monyet dinyatakan sembuh setelah dirawat selama 48 jam.  (Baca: Vaksin ZMapp untuk Ebola Tunjukan Tanda Positif)

    Pemerintah Liberia telah menerima laporan keberhasilan ZMapp untuk melawan ebola. Tiga petugas kesehatan Liberia yang terinfeksi mulai menunjukkan tanda-tanda penyembuhan setelah diterapi dengan ZMapp.

    RINDU P. HESTYA | MASHABLE

    Berita Lain:
    Robot Bantu Perangi Ebola di Liberia 
    Twitter Hapus Foto Mendiang Berdasar Permintaan 
    Ilmuwan Amerika Buat Sistem Kamuflase ala Gurita  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.