Cuma Orang Kaya yang Gabung ke Media Sosial Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perencanaan keuangan. Moneymanagement.org

    Ilustrasi perencanaan keuangan. Moneymanagement.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada syarat kemampuan ekonomi saat ingin bergabung ke media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Google+. Namun, James Touchi-Peters tampaknya ingin media sosial buatannya, Netropolitan, beda dari yang lain. Bagaimana tidak, jika mendaftar di media sosial biasanya gratis, bergabung ke Netropolitan harus membayar sekitar US$ 6.000 (Rp 71 juta) dan US$ 3.000 (Rp 35 juta) untuk biaya tambahan per tahun.

    Dikutip dari CNET, Rabu, 17 September 2014, ada beberapa persyaratan untuk bergabung ke Netropolitan. Selain mampu membayar, usia Anda paling tidak harus 21 tahun dan saat mendaftar harus menggunakan nama serta tempat tinggal asli.

    Semua unggahan di Netropolitan harus menggunakan bahasa Inggris. Pengguna juga harus setuju untuk tidak membocorkan identitas anggota Netropolitan di media sosial lainnya. Hal ini dilakukan agar Neteropolitan tetap rahasia dan eksklusif.

    Netropolitan tidak mau memberi tahu berapa jumlah anggotanya saat ini, tapi mereka mengklaim sudah ada ratusan anggota. Jaringan Netropolitan pun dibuat sangat rahasia.

    Sebuah tangkapan layar yang tersebar di Internet menunjukkan tampilan Netropolitan mirip dengan Google+. Pada halaman muka akun pengguna terdapat lingkaran untuk foto profil dan ikon kegiatan pribadi, profil, pemberitahuan, pesan, lokasi, dan info lainnya. Sekilas tampilannya juga mirip Facebook.

    Jika Netropolitan terkesan hanya untuk orang kaya, Anda benar. Touchi-Peter menuturkan layanan ini memang dibuat untuk orang-orang mampu, tanpa perlu menghiraukan tanggapan orang lain yang tidak menyukainya.

    RINDU P. HESTYA | CNET

    Berita Lain:
    Mayoritas Situs Internet Terinfeksi Virus
    Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air 
    Aplikasi Zomato Hadir di Bali  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.