NASA Kembali Temukan Klorometana di Mars

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ini diambil oleh kamera panorama Rover Spirit yang mengeksplorasi Mars. Gambar ini menunjukkan dataran Mars barat daya dari lokasi pendaratan alat jelajah. Tidak banyak variasi di permukaan Mars ini, meski terlihat tanjakan sekitar 7-8 km di cakrawala. EDITORIAL USE ONLY (CREDIT : REUTERS/NASA) yahoo.com

    Foto ini diambil oleh kamera panorama Rover Spirit yang mengeksplorasi Mars. Gambar ini menunjukkan dataran Mars barat daya dari lokasi pendaratan alat jelajah. Tidak banyak variasi di permukaan Mars ini, meski terlihat tanjakan sekitar 7-8 km di cakrawala. EDITORIAL USE ONLY (CREDIT : REUTERS/NASA) yahoo.com

    TEMPO.CO, Heidelberg - Pesawat ulang-alik Viking 1 milik NASA mendarat di Mars pertama kali pada 1976. Proyek pertama ini berhasil mendeteksi klorometana—kandungan kimia yang sering ditemukan di bumi—dari dalam sampel tanah yang diteliti. 

    Sedangkan pendaratan kedua, Viking 2, mendeteksi senyawa organik lain, diklorometana. Saat itu para ilmuwan menolak bahwa kandungan tersebut terbawa dari Bumi. Di Bumi, dua kandungan berbentuk gas ini biasa digunakan untuk mendinginkan benda.

    Curiosity, laboratorium berjalan milik NASA, baru-baru ini juga menemukan jejak klorometana dalam tanah yang dipanaskan dengan instrumen kimia. Sekali lagi, para ilmuwan mengklaim kandungan klorometana tersebut bukan hasil kontaminasi dari Bumi. Namun memang belum diketahui dari mana asal klorometana itu.

    Frank Keppler, pakar biogeokimia dari University of Heidelberg, Jerman, menyatakan pencarian asal usul senyawa klorometana dapat membantu menguak misteri terbentuknya Planet Merah. "Bisa saja, Mars merupakan pecahan dari Bumi," ujarnya, seperti dikutip Livescience, Selasa, 18 November 2014.

    Menurut Keppler, Mars selalu mendapat lemparan-lemparan batu kecil--disebut mikrometeorit--setiap tahunnya. Jika dikumpulkan, batuan kecil itu bisa mencapai berat 50 ribu ton. "Sebagian batu tersebut mengandung karbon," tuturnya. (Baca: Wahana Luar Angkasa India Dekati Mars)

    Bersama timnya, Keppler sempat memanaskan sampel batuan Murchison, meteor dari Mars yang jatuh di Australia pada 1969, di dalam wadah bersuhu 400 derajat Celsius. Mereka menemukan kandungan klorometana yang mirip dengan di Viking dan Curiosity. "Kami tahu kandungan tersebut bukan dari Bumi karena sidik jari kimianya berbeda," katanya.

    Menurut Keppler, kehadiran klorometana merupakan tanda yang jelas bahwa bahan organik berasal dari Mars. Namun penemuan jejak klorometana bukan berarti bahan organik tersebut berasal dari suatu bentuk kehidupan.

    AMRI MAHBUB



    Berita Terpopuler:
    Faisal Basri Jadi Ketua Tim Pembasmi Mafia Migas
    SBY Minta Kader Demokrat Loyal ke Jokowi
    NU Halalkan Aborsi Janin Hasil Perkosaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.