Rabu, 14 November 2018

Telkomsel Fokus Garap Layanan Machine to Machine

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Telkomsel

    Telkomsel

    TEMPO.CO, Jakarta - Operator seluler, PT Telkomsel, tengah berfokus menggarap layanan machine to machine (M2M) berupa solusi yang menyediakan sistem pengendali yang ditargetkan bagi pelanggan perusahaan. Solusi ini terdiri atas platform, control center, dan aplikasi platform.

    Dalam menghadirkan M2M, target utama Telkomsel adalah sektor perbankan, otomotif, dan utilities atau rumah pintar. Lewat solusi ini, pengguna dapat menjalankan alat atau mesin lewat perangkat bergerak. Layanan tersebut diaktifkan melalui kartu SIM yang dirancang khusus. (Baca: Telkomsel Fokus Garap Big Data)

    “Ini adalah bagian dari inovasi Telkomsel yang bukan hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga konsumen perorangan,” ujar Vice President Corporate and Community Telkomsel Primadi K. Putra di Jakarta, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Pelanggan Telkomsel Capai 139,3 Juta

    Konsumen perorangan yang dia maksud adalah saat aplikasi M2M yang digunakan perusahaan kemudian dijadikan fasilitas bagi masyarakat. Misalnya, kata Primadi, aplikasi mobile banking, mobil pintar, serta alat pengukur gas dan air.

    Sejak diperkenalkan pada 2003, total pelanggan M2M Telkomsel berjumlah 1,5 juta. Rinciannya, satu juta berasal dari pelanggan perusahaan, sisanya pelanggan perorangan.

    Primadi mengatakan saat ini potensi pasar M2M di Tanah Air mencapai 4,7 juta dari koneksi seluler. Sedangkan pada 2015 diprediksi berjumlah 5 juta. “Target kami, tahun depan bisa menyasar 60 persen dari pasar,” katanya.

    Konsumen terbesar M2M Telkomsel paling banyak berasal dari perbankan, yakni sebesar 40 persen. Disusul oleh otomotif (25 persen), utilities (25 persen), dan sisanya sektor lain.

    M2M menyumbang 1,5 persen dari total pemasukan Telkomsel pada 2014. Perusahaan menargetkan peningkatan hingga 2,5 persen pada tahun depan.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita lain:
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi 
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna 
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?