Senin, 24 September 2018

Analisis BMKG Soal Mesin Air Asia Beku Keliru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Air Asia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pesawat Air Asia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli penerbangan dari Australia menjawab hasil riset Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Dalam penelitian tersebut, tim dari BMKG menyatakan pesawat Air Asia jatuh setelah mengalami kerusakan mesin akibat pembekuan. (Baca: Kotak Hitam Air Asia, seperti Apa?)

    Jose Silva, pengajar senior di sekolah Teknik Penerbangan, Mekanik, dan Manufaktur di RMIT, Melbourne, Australia, menilai anggapan bahwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 disebabkan pembekuan mesin tidak tepat. "Pesawat komersial modern sudah melalui uji antibeku untuk menghindari pembekuan mesin," kata Silva seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald, Senin, 5 Januari 2014. (Baca: Ekor Air Asia Ditemukan, Ada 4 Puing Tambahan)

    Silva mengaku kaget karena lembaga pertama yang mengidentifikasi penyebab kecelakaan Air Asia QZ8501 adalah BMKG, bukan pihak penerbangan. Selain itu, kesimpulan yang dikeluarkan dianggap terlalu dini karena kotak hitam belum ditemukan. (Baca: Ekor Air Asia Ditemukan, Penyelam Kehabisan Oksigen)

    “Meskipun bisa dibilang sebagai badan yang paling kompeten dalam memberikan informasi mengenai kondisi cuaca pada waktu dan lokasi kecelakaan tersebut, tetapi sulit dipahami bagaimana badan meteorologi dengan mudah menarik kesimpulan bahwa mesin tersebut rusak karena pembekuan,” katanya. (Baca: Keluarga Pilih Doa daripada Bahas Asuransi Air Asia)

    Selain Silva, seorang ahli penerbangan dari University of New South Wales menyatakan, sebelumnya, pesawat mempunyai masalah dengan pembekuan, tetapi sudah dibetulkan. "Pembekuan bukan penyebabnya karena pesawat modern dapat menghindarinya," katanya. (Baca: Langgar Masa 40 Hari, Soemanik Jadi Korban Air Asia)

    Pesawat Air Asia QZ8501 yang dijadwalkan terbang dari Surabaya menuju Singapura hilang dari pantauan radar otoritas penerbangan Indonesia pada Ahad pagi, 28 Desember 2014, dengan membawa 155 penumpang dan 7 awak pesawat. (Baca juga: Obyek Berkarang, Mungkinkah Air Asia QZ8501?)

    CININTYA SYAKYAKIRTI MANDAYUN | SMH

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Pemandu di Bus Wisata Curhat 'Kejamnya' Ahok 
    Misteri Slot Air Asia, Aroma Kongkalikong Menguat 
    Cari Air Asia, Prajurit Cantik Juga Kangen Pacar
    Isap Tiga Jenis Narkoba, Fariz RM Ditangkap Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.