Indonesia Peringkat 6 Penyumbang Karbon Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pencinta lingkungan menggendong himbauan saat pembagian bibit pohon gratis di Jakarta, (19/10). Panitia pecinta lingkungan membagikan berbagai pohon hias dan pohon produktif sebagai upaya mengurangi pemanasan global. ANTARA/ Ujang Zaelani

    Seorang pencinta lingkungan menggendong himbauan saat pembagian bibit pohon gratis di Jakarta, (19/10). Panitia pecinta lingkungan membagikan berbagai pohon hias dan pohon produktif sebagai upaya mengurangi pemanasan global. ANTARA/ Ujang Zaelani

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan riset tentang defrostasi dan degradasi di Indonesia tahun 2011, Indonesia menempati peringkat enam penyumbang emisi karbon dunia. Jumlah karbon yang disumbangkan Indonesia mencapai 2 gigaton.

    Posisi pertama penyumbang karbon terbesar ditempati Cina dengan jumlah emisi yang dikeluarkan mencapai 10 gigaton. Amerika Serikat menempati peringkat dua dengan jumlah karbon yang dihasilkan mencapai 6 gigaton. Secara berurutan, Uni Eropa, India, dan Rusia berada di bawah Cina dan Amerika sebagai penghasil karbon terbesar dunia.

    Franz-Fabian Bellot, penasihat pembangunan dari Forests and Climate Change Programme (FORCLIME) Jerman, menyarankan pihak Indonesia untuk mencari jalan keluar untuk melindungi kawasan hutan tropis yang ada. "Hutan tropis Indonesia terluas ketiga, tapi menempati urutan dua dalam hal defrostasi," kata dia dalam seminar REDD+ dan Ekonomi Hijau di Indonesia yang diselenggarakan oleh Society of Indonesian Environmental Journalists dan The United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia, Rabu, 4 Maret 2015

    Bellot mengatakan pembukaan lahan hutan untuk industri kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan bakal memperparah defrostasi dan degradasi lahan di Indonesia. Sayangnya, dia beranggapan pembukaan lahan tersebut sulit dihentikan secara total. "Indonesia negara berkembang, butuh pembangunan." Menghentikan pembukaan lahan, katanya, juga tidak langsung menyelesaikan permasalahan.

    Wahjudi Wardojo, penasihat senior kebijakan terestrial The Nature Conservancy, menyebut sektor pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya juga menyumbang hingga 24 persen pemanasan global. "Hutan tempat penyimpan karbon. Begitu mereka ditebangi, karbon akan terlepas ke udara yang akhirnya berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim," katanya.

    Skema REDD+, menurut Wahjudi, adalah program penting untuk menyelamatkan hutan alam yang tersisa. Menurut dia, pemerintah Indonesia perlu mengutamakan pendekatan kebijakan dan insentif positif dalam usaha mereduksi deforestasi dan peningkatan konservansi. "Insentif diberikan kepada wilayah yang mampu menjaga hutan alam yang tersisa."

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.