HP EliteBook, Laptop Ramping untuk Pebisnis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hewlett Packard. AP/Paul Sakuma

    Hewlett Packard. AP/Paul Sakuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Hewlett-Packard memperkenalkan laptop bagi konsumen perusahaan atau pebisnis yang diberi nama EliteBook Folio 1020. Berbeda dengan kebanyakan laptop sejenis yang terkesan kaku, laptop ini mengunggulkan penampilan modis. EliteBook Folio memiliki penampilan ramping dengan ketebalan 15,7 milimeter. Sedangkan bobotnya 1 kilogram. Produk ini berbahan magnesium-lithium dan serat karbon. Jika dilihat sekilas, EliteBook Folio mirip dengan MacBook Air keluaran 2015.

    “EliteBook Folio adalah produk premium untuk menunjang pekerjaan,” ujar Market Development Manager Personal System Group HP Indonesia Ricky Handrian di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2015. Produk ini siap dipasarkan di Tanah Air mulai akhir bulan ini. Harga satu unitnya Rp 20 juta.

    Layar laptop yang berukuran 12,5 inci mampu menghasilkan kualitas gambar quad high-definition dengan resolusi 2.560 x 1.440 piksel. Sayangnya, perangkat tersebut belum menghadirkan konsep layar sentuh.

    Prosesor yang digunakan adalah Intel Core M. Sedangkan sistem operasinya sudah menggunakan Windows teranyar, yaitu Windows 8.1. Sistem ini dapat dimodifikasi dengan pilihan platform lain, yakni Windows 7 Professional dan Ubuntu. Terdapat juga sistem keamanan, antara lain pemindai sidik jari dan Touchpoint Manager untuk pengaturan data.

    Dengan aplikasi yang dapat disesuaikan, EliteBook Folio diharapkan dapat menunjang mobilitas pengguna. Dengan begitu, karyawan dapat bekerja di mana saja. Ricky menyebutkan perangkat ini ditargetkan bisa digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.

    Lembaga International Data Corporation memprediksi, tahun ini akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bekerja secara mobile. “Semakin banyak perangkat dengan harga terjangkau yang digunakan untuk bekerja,” ujar Associate Research Director and Head of Operations IDC Indonesia Sudev Bangah di tempat yang sama.

    Menurut dia, hal ini sekaligus meningkatkan ancaman akan spam dan virus terhadap data perusahaan. Sebab gawai semacam itu belum memenuhi standar perangkat untuk bekerja. “Ini menjadi tantangan bagi produsen dalam menghadirkan gawai terjangkau yang memiliki tingkat keamanan memadai,” ucap Sudev.

    SATWIKA MOVEMENTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.