Lembaga Malaysia Belajar Jejaring Riset dari MITI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas laboratorium memeriksa bibit pohon Jati yang berumur 2 minggu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang Botani dan Mikrobiologi, Cibinong, Bogor, Kamis (22/12).  Bibit pohon jati yang berumur 2 minggu dapat di kembangbiakan dengan cara memotong batang dan di tamam kembali didalam media rumah kaca (toples) agar mendapatkan temperatur yang sesuai dan cepat berkembang. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas laboratorium memeriksa bibit pohon Jati yang berumur 2 minggu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bidang Botani dan Mikrobiologi, Cibinong, Bogor, Kamis (22/12). Bibit pohon jati yang berumur 2 minggu dapat di kembangbiakan dengan cara memotong batang dan di tamam kembali didalam media rumah kaca (toples) agar mendapatkan temperatur yang sesuai dan cepat berkembang. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) menerima kedatangan perwakilan Pertubuhan IKRAM Malaysia, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Kunjungan ke kantor pusat MITI di Perumahan Alam Sutera, Tangerang Selatan, ini berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2015.

    Menurut Ketua Umum MITI Dr Warsito P. Taruno, lembaganya berperan sebagai promotor dan katalisator dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi untuk masyarakat lapis bawah yang disebut “bottom of pyramid”. “Serta program transfer teknologi untuk menjembatani dunia riset, masyarakat, dan industri,” katanya dalam rilis pada Minggu, 24 Mei 2015.

    Warsito menjelaskan, kunjungan lembaga dari Malaysia menunjukkan bahwa MITI makin dikenal di fora internasional. MITI merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berdiri pada 2003. Lembaga ini berhasil menghimpun dan membuat buku 300 ilmuwan MITI. Jejaring ilmuwan, mahasiswa, dan profesional ini tersebar di Indonesia dan luar negeri.

    Pertubuhan IKRAM Malaysia, kata Warsito, ingin mempelajari pengelolaan jejaring riset yang telah dilakukan oleh MITI dengan 300 ilmuwan yang dimiliki MITI di berbagai bidang. Mereka juga ingin bekerja sama dengan lebih dari 80 kampus melalui MITI klaster mahasiswa, belasan kampus luar negeri, dan puluhan institusi internasional serta nasional dalam membangun teknologi mutakhir yang dapat digunakan di dunia industri dan masyarakat.

    Dr Muhammad Bin Hamzah, pemimpin Pertubuhan IKRAM dari Negeri Kelantan, dalam diskusi yang dilakukan di kantor MITI mengatakan bahwa ini adalah kunjungan pertama kali IKRAM ke Indonesia. “Saya berharap kunjungan untuk saling belajar ini dapat menjadi awal kerja sama yang baik antara MITI dan IKRAM,” tuturnya.

    UWD



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?