Ini Dia Partikel Hantu: Bisa Menyelinap, Melesat Cepat..,

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Detektor Borexino di Gran Sasso National Laboratory, Italia. Digunakan untuk mendeteksi neutrino, partikel hantu. Gran Sasso National Laboratory

    Detektor Borexino di Gran Sasso National Laboratory, Italia. Digunakan untuk mendeteksi neutrino, partikel hantu. Gran Sasso National Laboratory

    TEMPO.CO, Gran Sasso - Menggunakan tong raksasa berisi cairan organik, yang terkubur di bawah sebuah gunung di Italia, para ilmuwan mencari cara untuk mengungkap asal-usul neutrino alias si partikel hantu. Selain itu, menurut para peneliti, apa yang mereka kerjakan juga dapat mencari tahu unsur-unsur radioaktif yang terletak jauh di bawah bumi dan pengaruhnya terhadap jeroan di bawah bumi, termasuk neutrino.

    Neutrino, si partikel hantu, adalah partikel subatomik yang lahir dari reaksi nuklir dan peluruhan zat radioaktif dari atom yang tidak stabil. Berat partikel hantu ini 500 ribu kali lebih ringan ketimbang elektron.

    Partikel hantu, tulis para peneliti dalam jurnal Physical Review D edisi 7 Agustus 2015, memiliki muatan listrik, tapi jarang berinteraksi dengan partikel lain. Sehingga, neutrino dapat menyelinap melewati materi dengan mudah, seperti melaju melebihi kecepatan cahaya. Kecepatannya mencapai 9,5 triliun kilometer per jam.

    "Kadang-kadang partikel hantu mengenai atom. Saat itu terjadi, mereka akan tertangkap cahaya," kata Aldo Ianni, pakar fisika partikel eksperimental di Gran Sasso National Laboratory, yang juga pemimpin studi, seperti dikutip dari Live Science. Dengan mendeteksi proses peluruhan zat radioaktif di dalam bumi, kata Ianni, partikel hantu bisa dideteksi. Ianni dan timnya menyebut partikel hantu ini sebagai geoneutrino.

    Untuk mendeteksi geoneurino, Ianni dan tim bekerja menggunakan detektor neutrino Borexino. Mereka menggunakan 2.200 lebih sensor berisi 300 ton cairan organik khusus untuk melihat kilatan cahaya partikel hantu saat mengenai atom. Detektor ini berada di tengah sebuah bola besar yang dikelilingi 2.400 ton air murni di kedalaman 1,5 kilometer di bawah Pegunungan Apennine. Setelah mengamati selama 2.056 hari, para peneliti berhasil mendeteksi sekitar 24 geoneutrino.

    Sebanyak 11 partikel hantu diketahui berasal dari mantel bumi dan 13 berasal dari kerak bumi. Ianni berasumsi sekitar partikel hantu akan ditemukan di dalam interior bumi yang memiliki tingkat panas tinggi. Alasannya, kata dia, banyak mengandung zat radioaktif. Hanya, untuk lebih memastikan itu Ianni dan timnya harus mengumpulkan data 17 tahun lagi.

    Live Science | Amri Mahbub


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.