Pesta Sains di Bandung Tampilkan Perubahan Iklim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atom-atom dari sebuah kaca saat bergerak. Atom berwarna putih, dan lintasannya berupa garis-garis. Livescience.com

    Atom-atom dari sebuah kaca saat bergerak. Atom berwarna putih, dan lintasannya berupa garis-garis. Livescience.com

    TEMPO.CO, Bandung - Institut Français Indonesia (IFI) Bandung menggelar Pesta Sains 2015 selama dua pekan, 10-24 Oktober 2015, di sejumlah lokasi. Bertema tentang perubahan iklim, topik tersebut terkait dengan Konferensi Tingkat Tinggi Paris Climate 2015 di Paris, 30 November-11 Desember nanti.

    Direktur IFI Bandung, Mélanie Martini-Mareel mengatakan, Pesta Sains ditujukan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa serta umum. Acara utamanya berupa pameran interaktif berjudul Iklim Berubah, dan Kita? di lantai 4 gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. "Festival ini ingin agar sains dapat diakses semua orang," ujarnya di Sabuga sebelum pembukaan, Sabtu, 10 Oktober 2015.

    Pameran interaktif tersebut garapan sebuah pusat sains, teknik, dan industri bernama Espace Mèndes France. Perubahan iklim itu ditampilkan dalam video, panel, maket, dan alat peraga. "Kegiatan ini memungkinkan publik untuk belajar bertindak menghadapi kekacauan iklim," katanya. 

    Selain pameran tersebut, ada eksibisi fotografi berjudul 60 Solusi Menghadapi Perubahan Iklim di Museun Geologi Bandung, 10-24 Oktober 2015. Adapula pameran seni rupa pada waktu yang sama di IFI Bandung oleh Wibi Rizki Triadi berjudul Totem of the Earth Crust.

    Di Taman Film, Bandung, akan diputar film berjudul Home karya Yann Arthus-Bertrand pada 11 Oktober, dan La Prophetie de Grenouille oleh Jacques-Remy Girerd pada 18 Oktober. Kemudian pada 19 Oktober pemutaran film animasi Mia & The Migoo di Auditorium IFI Bandung.

    Rangkaian acara lainnya dalam Pesta Sains 2015 yakni pelatihan dampak perubahan iklim di bantaran Sungai Citarum di Desa Sukapura, Dayeuh Kolot pada 19 Oktober. Kunjungan ke beberapa SMP dan SMA di Bandung untuk simulasi kondisi pantai dengan tanaman bakau dan yang tidak ditanami dari 20-22 Oktober. Kemudian seminar dampak perubahan iklim terhadap agrikultur serta rekayasa pertanian, pada 22-23 Oktober di kampus ITB Jatinangor, Sumedang. Semua acara itu gratis.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.