Masuk 4 Besar Dunia, Indonesia Punya 1.666 Spesies Burung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawanan burung terbang saat terjadi fenomena alam Super Moon di Mir, 95 km dari Minsk, ibukota Belarusia, 27 September 2015.  Tahun ini, Super Moon terjadi bersamaan dengan Gerhana Bulan Total, fenomena alam yang jarang terjadi. AP/Sergei Grits

    Kawanan burung terbang saat terjadi fenomena alam Super Moon di Mir, 95 km dari Minsk, ibukota Belarusia, 27 September 2015. Tahun ini, Super Moon terjadi bersamaan dengan Gerhana Bulan Total, fenomena alam yang jarang terjadi. AP/Sergei Grits

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga pelestarian burung, Burung Indonesia, mencatat keragaman jenis burung di Indonesia sebanyak 1.666 spesies. Angka ini sebagian besar merupakan hasil pemisahan jenis yang sudah ada akibat perbedaan morfologi ataupun suara sesuai dengan hasil penelitian terbaru.

    "Meskipun jenis baru di Indonesia didominasi hasil pemisahan jenis, ada juga jenis yang merupakan temuan baru," kata Jihad, Bird Conservation Officer Burung Indonesia, dalam sebuah pernyataan pada laman resminya.

    BACA JUGA
    Mahasiswi Jember Menghilang Usai Pamer Foto Bunuh Kucing
    Setelah Ida Tri, Dua Pria Juga Pamer Foto Mutilasi Kucing

    Contoh spesies baru dari hasil pemisahan jenis adalah sempidan merah Kalimantan (Lophura pyronota). Burung yang sebelumnya dimasukkan dalam jenis sempidan merah (Lophura erythrophthalma) ini tersebar di Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan.

    Hasil analisis terbaru menunjukkan bahwa sempidan di Kalimantan memiliki perbedaan. Warna bulu lehernya abu-abu pucat, sementara di Sumatera dan Semenanjung Malaysia berwarna biru gelap mengkilat. Selain itu, sempidan di Kalimantan memiliki corak garis-garis putih tebal dari leher sampai bagian tengah perut, serta pada bagian belakang leher hingga bulu mantelnya.

    Atas dasar beberapa perbedaan itu, sempidan merah di Kalimantan ditetapkan sebagai jenis tersendiri. Adapun jenis di Sumatera dan Semenanjung Malaysia dianggap sama seperti sempidan merah Melayu dan tetap menyandang nama latin L. erythrophthalma.

    SIMAK JUGA
    Duit Dikembalikan, Bagaimana Nasib Rio Capella di KPK?
    Kisah Tom Iljas, Diusir dari Indonesia karena Ziarah ke Makam Orang Tua

    Adapun spesies yang benar-benar baru, Jihad mencontohkan, antara lain serak Seram (Tyto almae). Sayangnya, masih sangat sedikit informasi yang diketahui tentang burung hantu endemis yang tinggal di Pulau Seram, Maluku, ini. Badan konservasi dunia IUCN memasukkan serak Seram dalam kategori data deficient alias masih minim data.

    Penambahan 61 spesies baru ini menempatkan Indonesia pada posisi keempat dunia dalam hal kekayaan jenis burung. Sedangkan dalam hal endemisitas, Indonesia tetap paling unggul ketimbang negara-negara lain. Bahkan 75 persen jenis baru yang diakui pada tahun ini merupakan jenis endemis.

    Kekayaan khazanah itu berarti penambahan jenis baru yang semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara dengan jenis burung endemis terbanyak sejagat, yakni 426 spesies atau bertambah 46 spesies ketimbang tahun lalu.

    AMRI MAHBUB

    BERITA MENARIK
    Piala Presiden, Polisi Hapus Foto Ricuh Milik Jurnalis Ini

    Tragedi Gunung Lawu, Korban Tewas Bertambah Jadi 7


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H