Satelit LAPAN-A3 Butuh Rp 65 Miliar untuk Mengorbit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meresmikan pelepasan satelit ekuatorial pertama Indonesia, LAPAN A2, di pusat teknologi satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bogor, 3 September 2014. Satelit tersebut untuk memantau wilayah kemaritiman Indonesia. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat meresmikan pelepasan satelit ekuatorial pertama Indonesia, LAPAN A2, di pusat teknologi satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bogor, 3 September 2014. Satelit tersebut untuk memantau wilayah kemaritiman Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan biaya yang akan dihabiskan untuk perakitan hingga peluncuran satelit penerus LAPAN-A2, yaitu LAPAN-A3, berkisar Rp 65 miliar. "Satelit itu akan dikerjakan Lapan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan mengemban misi pemantauan pertanian," katanya saat ditemui di gedung Lapan Rawamangun, Jakarta, pada Senin, 23 November 2015.

    Thomas menjelaskan, Indonesia sudah ternilai matang dalam tingkat penguasaan satelit mikro. Untuk peluncuran satelit berteknologi lebih tinggi, penyesuaian biaya harus dilakukan. "Dari pembelian komponen pun kami belum mendapat dukungan dari industri lokal sehingga harus beli di luar negeri, biayanya disesuaikan dengan anggaran Lapan," ujarnya.

    Thomas mengatakan Rp 35 miliar dihabiskan untuk perakitan dan uji coba LAPAN-A1 yang meluncur pada 2007. "Kalau dengan biaya peluncurannya, total menjadi 40 miliar."

    Untuk LAPAN-A2, yang mengorbit pada September lalu, total dana yang dihabiskan mencapai Rp 50 miliar, yaitu untuk pembuatannya sebesar Rp 40 miliar dan peluncurannya Rp 7,5 miliar.

    "Tentunya ada juga biaya lain untuk pembinaan SDM dan capacity building. Dana itu ada dalam APBN 2015," tuturnya.

    LAPAN-A3 masih dalam tahap integrasi dan pengujian. Peluncurannya dilakukan pada pertengahan 2016 dan masih akan ditumpangkan pada roket peluncur India (Astrosat) di Indian Space Research Organization (ISRO) di Sriharikota, India. "Biaya fasilitas sensor pada satelit itu oleh IPB, sedangkan komponen dan peluncurannya dibiayai pemerintah," tuturnya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...