Jokowi Bertemu CEO Twitter Bahas Pencegahan Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat bertemu dengan ratusan Diaspora di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco, 16 Februari 2016. Dalam pertemuannya tersebut, Jokowi memaparkan perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP) dan pertumbuhan infrastruktur Indonesia. Foto: Laily Rachev/Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat bertemu dengan ratusan Diaspora di Auditorium Palace of Fine Arts, San Francisco, 16 Februari 2016. Dalam pertemuannya tersebut, Jokowi memaparkan perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP) dan pertumbuhan infrastruktur Indonesia. Foto: Laily Rachev/Setpres

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) US-ASEAN Summit yang pertama di Sunnylands, California, Amerika Serikat, awal pekan ini. 

    Setelah pertemuan itu, menurut rilis Twitter, Rabu, 17 Februari 2016, Presiden Jokowi dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Twitter di San Francisco untuk bertemu dengan CEO Twitter Jack Dorsey (@jack) pada 17 Februari waktu setempat atau 18 Februari pagi waktu Indonesia.

    Menurut Twitter, kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Jokowi menekankan peran Indonesia dalam meningkatkan keamanan dan pra-deteksi, di mana platform komunikasi dan sosial, seperti Twitter, memainkan peran sangat penting dalam melawan dan mencegah terorisme serta tindakan ekstremis.

    Sebelum meluncurkan kembali akun Twitter-nya, @jokowi telah memiliki lebih dari 2,3 juta pengikut. Sampai hari ini, akun Presiden Jokowi telah mempunyai lebih dari 4,43 juta pengikut. 

    Jokowi juga menjadi presiden pertama di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki dan menggunakan Periscope, aplikasi live broadcast milik Twitter (dengan akun @presidenjokowidodo), untuk berbicara langsung dengan masyarakat saat #KarnavalKhatulistiwa di Pontianak pada Agustus 2015.

    Sebagai salah satu pemimpin yang memiliki presence kuat di Twitter, @jokowi menjadikan platform ini sebagai catatan harian aktivitasnya sebagai seorang presiden dan bagian dari masyarakat.

    ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.