Dampak Krisis Air Bersih: Satu dari Lima Bayi Meninggal  

Reporter

Warga mengambil air bersih dari lobang-lobang kecil yang di gali oleh warga di Kali Cipamingkis, Cibarusah, Jawa Barat, 30-8, 2012. Tiga desa di Kecamatan Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih selama tiga bulan terakhir. TEMPO/Subekti.

TEMPO.COJakarta - Laporan yang dirilis WaterAid, lembaga nirlaba Inggris, saat memperingati Hari Air Sedunia pada 22 Maret lalu, menyebutkan sulitnya mendapat air bersih yang layak dan murah. Hal ini, menurut mereka, menjadi masalah utama untuk mengentaskan kemiskinan dan wabah penyakit. 

Akibat tak tersedianya air bersih, risiko gangguan kesehatan hingga potensi kelahiran prematur dapat meningkat. The Independent memperkirakan satu dari lima bayi meninggal dalam bulan pertama kehidupan mereka karena sepsis atau infeksi—masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah dengan air bersih dan pola hidup higienis. Diperkirakan 42 persen dari semua rumah sakit di wilayah Sub-Sahara Afrika tak memiliki akses air bersih. 

Secara global, penyakit diare akibat mengkonsumsi air kotor dan sanitasi buruk adalah pembunuh anak-anak terbesar kedua setelah pneumonia. Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada 2015 menyebutkan diare membunuh 315 ribu anak setiap tahun. Pekan lalu, UNICEF menyebutkan masalah akses air bersih semakin parah di lokasi konflik bersenjata, seperti Suriah dan Afganistan. 

Krisis air bersih paling mencekik kaum miskin. Banyak yang beranggapan kemiskinan membuat mereka tak sanggup membeli air. Ironisnya, dalam kondisi absolut, orang miskin justru membayar jauh lebih mahal ketimbang orang kaya untuk menikmati air. “Jika Anda hidup di daerah kumuh di Nairobi, Kenya, Anda harus membayar satu meter kubik air lebih mahal ketimbang mereka yang tinggal di Manhattan,” kata Henry Northover, pembuat kebijakan di WaterAid. 

WaterAid menyebutkan lebih dari 40 persen penduduk di 16 negara tidak memiliki akses terhadap fasilitas air, bahkan sumur sekalipun. Komunitas marginal harus mengumpulkan air dari kolam dan sungai serta menghabiskan sebagian besar pendapatan harian mereka untuk membeli air bersih. “Meski hamil sembilan bulan, saya harus mengambil air sangat jauh dari desa untuk kebutuhan keluarga,” kata Zosy, perempuan 35 tahun yang tinggal di Analamanga, Madagaskar. 

Studi WaterAid juga menunjukkan Papua Nugini memiliki persentase penduduk tanpa air bersih tertinggi. Ada 4,5 juta orang atau 60 persen warga negara tetangga Indonesia itu yang terpaksa hidup tanpa akses air bersih, seperti keran publik, sumur, penampungan air hujan, atau saluran air dalam pipa ke permukiman.

Orang miskin di Papua Nugini menghabiskan 1,84 pound sterling atau lebih dari separuh pendapatan harian mereka untuk menikmati air dengan jumlah sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Adapun orang-orang miskin di Madagaskar menghabiskan hampir separuh pendapatan harian mereka untuk mendapat air bersih dalam jumlah cukup. 

India menjadi negara dengan penduduk terbanyak yang tak bisa mengakses air bersih. WaterAid menyebutkan hampir 76 juta warga India hidup dengan pasokan air seadanya. Indonesia ternyata juga masuk daftar tersebut di peringkat ke-6 dari 10 negara. Ada sekitar 32 juta orang di Indonesia hidup tanpa air bersih. 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan ketersediaan dan distribusi air yang cukup bisa mengubah hidup seseorang. Air berpengaruh besar terhadap perkembangan manusia, lingkungan, dan perekonomian. Menurut Ban, orang-orang yang sulit memperoleh air dan sanitasi biasanya tidak memiliki akses layanan kesehatan dan pekerjaan yang stabil.

“Pemenuhan dasar atas air, sanitasi, dan layanan yang bersih di rumah, sekolah, dan tempat kerja membuat ekonomi menguat karena ditopang oleh populasi dan tenaga kerja yang sehat dan produktif,” kata Ban. 

WATERAID | UN.ORG | UNICEF | THE GUADIAN | THE INDEPENDENT | IBTIMES | GABRIEL WAHYU TITIYOGA






Tim Mahasiswa UI Tawarkan Inovasi di Teknologi Desalinasi Air Laut Jakarta

23 September 2022

Tim Mahasiswa UI Tawarkan Inovasi di Teknologi Desalinasi Air Laut Jakarta

Tim mahasiswa Fakultas Teknik UI termasuk yang meraih medali emas dalam WSEEC 2022 karena penelitiannya itu.


Deretan Fakta Lukas Enembe, Gubernur Papua Tersangka Korupsi 1 Miliar

19 September 2022

Deretan Fakta Lukas Enembe, Gubernur Papua Tersangka Korupsi 1 Miliar

Lukas Enembe sudah beberapa kali terjerat kasus korupsi sebelumnya. Berikut deretan fakta tentang Gubernur Papua ini.


Korban Tewas Gempa Papua Nugini Jadi 7 Orang, Penambang Terkubur Hidup-Hidup

12 September 2022

Korban Tewas Gempa Papua Nugini Jadi 7 Orang, Penambang Terkubur Hidup-Hidup

Jumlah korban tewas gempa Papua Nugini diperkirakan akan bertambah saat tim penyelamat mulai menjangkau komunitas terpencil yang dilanda longsor.


Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Papua Nugini, Terasa Hingga Merauke

11 September 2022

Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Papua Nugini, Terasa Hingga Merauke

Pulau Papua di sisi Indonesia, sehari sebelumnya, Sabtu, 10 September 2022, juga terjadi rentetan empat kali gempa di pagi hari.


Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

29 Agustus 2022

Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI masih menunggu penjelasan dari Papua Nugini mengenai insiden penembakan seorang nelayan Indonesia yang diduga dilakukan oleh tentara negara tersebut.


13 Nelayan RI Ditahan di Papua Nugini, KBRI Minta Bertemu

29 Agustus 2022

13 Nelayan RI Ditahan di Papua Nugini, KBRI Minta Bertemu

KBRI di Papua Nugini mengatakan 13 nelayan ditangkap saat sedang mencari ikan.


Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu Minta Anies Baswedan Evaluasi Kinerja PAM Jaya dan Aetra

29 Agustus 2022

Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu Minta Anies Baswedan Evaluasi Kinerja PAM Jaya dan Aetra

Tiharom minta Anies Baswedan segera turun tangan dalam masalah krisis air dan minimnya penyaluran air bersih di Marunda Kepu.


4 Bulan Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu: Jauh dari Visi Anies Baswedan

29 Agustus 2022

4 Bulan Krisis Air Bersih, Komite Marunda Kepu: Jauh dari Visi Anies Baswedan

Krisis air di Marunda saat ini sudah berlangsung hingga 4 bulan, namun tidak ada penanganan yang serius dari pihak Aetra dan PAM Jaya


Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Kemlu RI Tuntut Penyelidikan

25 Agustus 2022

Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Kemlu RI Tuntut Penyelidikan

Kementerian Luar Negeri RI menuntut penyelidikan atas insiden penembakan seorang nelayan Indonesia yang diduga dilakukan oleh otoritas keamanan Papua Nugini.


Kapten Kapal Nelayan RI Tewas Ditembak Tentara Papua Nugini

24 Agustus 2022

Kapten Kapal Nelayan RI Tewas Ditembak Tentara Papua Nugini

Tentara Papua Nugini diduga menembak seorang nahkoda kapal nelayan yang sedang mencari ikan.