Senin, 22 Oktober 2018

Gemar Berbagi Data Pribadi di Internet? Waspadai Bahaya Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang gadis 11 tahun tak dikenal melihat Facebook pada komputernya di rumahnya di Palo Alto, California, 4-6, 2012. Meskipun Facebook melarang anak di bawah 13tahun, jutaan dari mereka memiliki profil di situs dengan berbohong tentang usia mereka. (AP Photo/Paul Sakuma)

    Seorang gadis 11 tahun tak dikenal melihat Facebook pada komputernya di rumahnya di Palo Alto, California, 4-6, 2012. Meskipun Facebook melarang anak di bawah 13tahun, jutaan dari mereka memiliki profil di situs dengan berbohong tentang usia mereka. (AP Photo/Paul Sakuma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembarangan umbar diri di internet bisa berakibat karier rusak bahkan hancurnya pernikahan, kata studi yang dilakukan oleh Kaspersky Lab.

    "Banyak konsumen yang masih belum memahami  betul antara menyadari risiko dengan berhati-hati ketika menyangkut aktivitas online," kata David Emm, Principal Security Researcher Kaspersky Lab dalam keterangan tertulisnya.

    "Dengan begitu banyaknya perangkat serta saluran online di ujung jari maka tidak pernah mudah untuk mengirim pesan yang tidak terenkripsi atau tanpa sengaja berbagi informasi dengan orang yang salah," sambung dia.

    Kaspersky Lab menyebutkan 28 persen responden berbagi data rahasia secara tidak sengaja dan 16 persen rela mengungkapkan rahasia tentang diri mereka sendiri, meskipun fakta membuktikan bahwa membagikan informasi secara online dapat membahayakan pekerjaan atau bahkan hubungan mereka.

    Survei yang dilakukan Kaspersky Lab bekerja sama dengan B2B International itu bertanya kepada lebih dari 12.000 orang di seluruh dunia dan menemukan bahwa masih banyak orang yang rela mengambil risiko berbagi data pribadi melalui saluran komunikasi online.

    Data-data yang dibagikan berupa foto diri (45 persen), rincian kontak mereka (42 persen), foto orang lain (32 persen), data pribadi yang sensitif (30 persen) dan data yang berhubungan dengan pekerjaan (20 persen) secara online.

    Lebih lanjut, dan mungkin bahkan berpotensi lebih serius, satu dari enam responden berbagi rahasia tentang diri mereka (16 persen), sedangkan 9 persen mengkomunikasikan informasi pribadi tentang orang lain dan 8 persen berbagi rincian keuangan yang sensitif.

    Survei tersebut juga mengungkap kekhawatiran responden. Sebanyak 28 persen  mengaku bahwa mereka secara sengaja berbagi data rahasia dan satu dari sepuluh responden mengalami kerugian sebagai akibat dari tindakan tersebut.

    Dari mereka yang mengalami kerugian, konsekuensi yang mereka terima termasuk kehilangan teman (20 persen), di bully (17 persen), menderita kerugian keuangan (15 persen), diputuskan atau diceraikan oleh pasangan (13 persen) dan dipecat dari pekerjaan mereka (13 persen).

    "Jika Anda tidak paham betul mengenai dunia maya atau cyber savvy, dan jika Anda juga tidak memiliki perlindungan keamanan dan privasi yang tepat, maka Anda kemungkinan bisa mendapatkan kerugian berupa hancurnya persahabatan dan bahkan karier," ujar David.

    "Setelah segala sesuatu dipublikasikan secara online maka hal tersebut akan terpampang selamanya, jadi jika Anda masih merasa ragu, akan lebih baik jika menyimpannya untuk diri sendiri saja," tambah dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.