Perubahan Iklim Bikin Beruang Kutub Menderita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto seekor beruang kutub di antara es yang meleleh di teluk Hudson, Kanada ini memenangkan lomba foto Wildlife Photographer of the Year kategori Animal in Their Environment. Huffingtonpost.com/Paul Souders

    Foto seekor beruang kutub di antara es yang meleleh di teluk Hudson, Kanada ini memenangkan lomba foto Wildlife Photographer of the Year kategori Animal in Their Environment. Huffingtonpost.com/Paul Souders

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan iklim memicu lonjakan temperatur permukaan bumi yang membuat tumpukan es di kutub mencair. Kondisi ini membuat spesies beruang kutub terdesak karena mereka harus berenang lebih jauh dengan durasi yang panjang untuk menemukan tempat berpijak dan sumber makanan.

    Studi yang dilakukan para peneliti dari University of Alberta bersama Departemen Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada menunjukkan peningkatan perilaku berenang dari populasi beruang kutub di Laut Beaufort dan Teluk Hudson. Hal ini terkait dengan adanya perubahan jumlah dan lokasi es di lautan.

    Menurut Nicholas Pilfold, peneliti utama dari San Diego Zoo Global, pola berenang jarak jauh yang dilakukan beruang kutub di Laut Beaufort adalah efek perubahan iklim. “Mereka lebih sering berenang karena lapisan es di laut mencair lebih cepat dan bergerak menjauhi pantai pada musim panas,” kata Pilfold seperti ditulis laman Sciencedaily, 20 April 2016.

    Studi yang telah dipublikasikan di jurnal Ecography ini menggunakan hasil pengukuran satelit yang melacak populasi beruang kutub di Beaufort dan Teluk Hudson. Hasilnya, semakin banyak es yang berkurang, beruang-beruang kutub itu berenang kian jauh dan lama.

    Frekuensi berenang dan pola perpindahan yang dilakukan beruang kutub tergantung pada usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan kondisi geografis yang dilaluinya. Beruang betina yang memiliki anak cenderung lebih sedikit berenang demi menjaga anaknya tenggelam di air yang dingin. Adapun beruang kutub muda dan dewasa memiliki frekuensi berenang yang nyaris sama.

    Empat tahun lalu, 69 persen dari beruang kutub betina yang dilacak di Laut Arktik berenang hingga 50 kilometer. Rekor berenang terjauh yang tercatat dalam studi ini dibuat oleh beruang betina muda dengan jarak lebih dari 400 kilometer dalam sembilan hari. “Berenang hingga jarak sejauh itu menghabiskan energi beruang kutub,” kata Pilfold. “Kondisi ini membawa efek serius pada populasi beruang kutub yang hidup di sekitar Lingkar Arktik.

    Beruang kutub adalah spesies yang dilindungi dan masuk dalam daftar merah Perserikatan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Populasi beruang kutub diperkirakan tak lebih dari 31 ribu ekor di seluruh dunia. Habitat utamanya berada di perairan kutub di wilayah Amerika Serikat, Rusia, Denmark, Norwegia, dan Kanada. Sekitar 60-80 persen populasi beruang kutub berada di perairan Kanada.

    PHYS.ORG | WWF | GABRIEL WAHYU TITIYOGA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.