Leica Buat Kamera Digital Rasa Manual  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan dari produsen kamera Leica asal Jerman merakit kamera Leica M di Solms, Frankfurt, Jerman, (13/9). Kamera canggih dan mahal ini sudah ada semenjak 99 tahun yang lalu. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Seorang karyawan dari produsen kamera Leica asal Jerman merakit kamera Leica M di Solms, Frankfurt, Jerman, (13/9). Kamera canggih dan mahal ini sudah ada semenjak 99 tahun yang lalu. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Berlin - Leica, produsen kamera dan lensa asal Jerman,  menghadirkan sebuah kamera digital dengan rasa seperti kamera manual. Kamera bernama Leica M-D ini merupakan kamera digital yang tidak memiliki layar LCD untuk melihat hasil foto.

    Kamera ini disebut serupa dengan produk Leica M tanpa layar LCD. Kamera ini sengaja didesain untuk memunculkan kembali rasa fotografi di masa kamera manual masih berjaya. Perusahaan membuat kamera ini seperti fungsi kamera pada 1955, seperti dilansir Engadget.com, Selasa, 3 Mei 2016.

    Tidak tersedianya layar LCD membuat pengguna tak bisa mengatur format data atau file foto yang disimpan. Penggunanya juga tidak bisa berharap melihat auto fokus pada layar saat lensa kamera bekerja.

    Kamera Leica M-D memiliki kemampuan resolusi 24 megapiksel. Leica menempatkan ruang bidik atau viewfinder 0,68 milimeter untuk menghasilkan gambar dengan lensa 35/55 milimeter, 28/90 milimeter, 50/75 milimeter.

    Kamera ini tidak bisa merekam video. ISO kamera berada pada kisaran 300-6400. Tidak ada sistem menu yang biasa tersedia pada kamera digital. Leica menyebutkan kamera ini akan menghadirkan kebutuhan atau fungsi murni sebuah kamera, seperti shutter speed, aperture, jarak, dan ISO.

    Kamera ini kabarnya akan dijual dengan harga US$ 6.000 atau sekitar Rp 81 juta.

    MAYA NAWANGWULAN | ENGADGET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.