Mbah Rono: Gunung Sinabung Tak Pernah Berubah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati pemandangan gunung sinabung dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 10 Januari 2016. Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan asap tebal serta guguran lava berkisar 500-1.000 meter ke arah Tenggara-Timur. ANTARA/Syifa Yulinnas

    Wisatawan menikmati pemandangan gunung sinabung dari Desa Tiga Pancur, Karo, Sumatera Utara, 10 Januari 2016. Erupsi Gunung Sinabung menyebabkan asap tebal serta guguran lava berkisar 500-1.000 meter ke arah Tenggara-Timur. ANTARA/Syifa Yulinnas

    TEMPO.COJakarta - Ahli vulkanologi, Surono alias Mbah Rono, mengatakan semburan awan panas akibat letusan Gunung Sinabung tidak ada yang berubah. Arah semburan relatif sama dengan radius yang tidak pernah melebihi 5 kilometer, termasuk pada erupsi kali ini.

    “Awan panas bisa jauh bisa dekat, ini pas jauh saja,” katanya ketika dihubungi Tempo, Ahad, 22 Mei 2016. “Tidak ada perubahan apa pun. Mungkin karena hujan terjadi longsoran, guguran kubah lava yang besar.”

    Menurut Mbah Rono, tidak ada yang berubah dari letusan Gunung Sinabung dari beberapa ribu tahun lalu hingga kemarin. Gunung Sinabung pertama meletus sekitar tahun 800. Setelah itu, Gunung Sinabung lama tidak erupsi. Namun pada 2010 kembali meletus disusul tahun 2013 dan tahun ini.

    Gunung Sinabung memiliki tipe letusan yang relatif rendah. Dalam skala ilmiahnya sebesar 90 persen, potensi letusan Gunung Sinabung hanya berkisar 0-3 volcanic eruption index. Adapun 10 persennya berpotensi meletus dengan skala lebih dari 4 volcanic eruption index.

    Gunung Sinabung juga memiliki pertumbuhan kubah lava kurang dari lima tahun. Untuk siklus letusannya bisa berpotensi kurang dari dari tahun. Prediksi potensi itu didasarkan pada beberapa referensi yang telah digabungkan dengan data yang ada di Gunung Sinabung.

    Namun ia menegaskan tidak bisa secara tepat memprediksi letusan Sinabung. “Ilmu pengetahuan hanya diturunkan dari empiris alam,” kata Mbah Rono. 

    Pada Sabtu, 21 Mei 2016, Gunung Sinabung kembali meluncurkan awan panas pukul 16.48. Sebanyak enam warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumatera Utara, meninggal terkena semburan awan panas dengan suhu mencapai 700 derajat Celsius yang meluncur dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. 

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.