Samsung Kuasai 95 Persen Pasar Layar OLED  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Televisi layar melengkung Samsung 105-inch curved UHD TV saat ditampilkan dalam acara International Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas (7/1). (AP Photo/Jae C. Hong)

    Televisi layar melengkung Samsung 105-inch curved UHD TV saat ditampilkan dalam acara International Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas (7/1). (AP Photo/Jae C. Hong)

    TEMPO.COSeoul - Samsung menguasai pengiriman dan pendistribusian layar organic-light emitting diode atau layar OLED dunia. Dalam kurun tiga bulan pertama 2016, Samsung diketahui telah mengirimkan 86,7 juta layar OLED ke semua industri ponsel dan televisi.

    Layar OLED milik Samsung kini menjadi pemasok utama industri ponsel hingga televisi dunia. Samsung, pada periode triwulan pertama, telah menguasai 95 persen pasar penggunaan layar OLED.

    Data yang dimiliki lembaga riset UBI Research juga menyatakan, sepanjang triwulan pertama, jumlah layar OLED yang telah terdistribusi mencapai 91,3 juta layar. Angka ini merupakan penggabungan hasil produksi Samsung dan LG, perusahaan teknologi yang juga turut memproduksi layar OLED.

    UBI memprediksi peningkatan distribusi dan produksi layar OLED Samsung akan semakin melonjak ketika pasokan layar OLED Samsung untuk iPhone Apple mulai dijalankan tahun depan.

    Awal tahun ini saja, produk Samsung Galaxy S7 Edge telah menyumbang 14 persen penggunaan layar OLED. Permintaan akan ponsel Samsung Galaxy S7 Edge diperkirakan akan semakin meningkat sepanjang tahun.

    Terakhir kali, Samsung dikabarkan telah membuat kesepakatan kerja sama untuk memasok layar OLED kepada iPhone milik Apple. Untuk memenuhi permintaan Apple, Samsung telah melakukan investasi tambahan sebesar US$ 1,5 miliar untuk meningkatkan produksi layar OLED.

    Investasi tambahan untuk pabrik A3 ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dari 15 ribu unit per bulan menjadi 105 ribu unit per bulan.

    GSM ARENA | MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.