Tempo Jadi Juara Dunia dalam Hackaton Inovasi Newsroom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Tempo juara dunia dalam ajang World Cup of Newsroom Innovation yang diselenggarakan oleh Global Editors Network di Wina, 17 Juni 2016

    Tim Tempo juara dunia dalam ajang World Cup of Newsroom Innovation yang diselenggarakan oleh Global Editors Network di Wina, 17 Juni 2016

    TEMPO.COWina - Tim Tempo.co menjadi juara dunia dalam kompetisi hackathon media, yang diselenggarakan asosiasi Global Editors Network di Wina, Austria, 17 Juni 2016. Dalam acara bertajuk “World Cup of Newsroom Innovation” itu, Tempo mengalahkan peserta dari 15 negara.

    "Luar biasa, Tempo telah menyodorkan hasil yang fantastis dari tantangan yang diberikan panitia," kata Sarah Toporoff dari Global Editors Network. 

    Di babak final, Tempo menyisihkan empat finalis hackathon tahunan yang diselenggarakan Global Editors Network (GEN), di Wina, Austria, kemarin. Ketiga pemenang lain adalah tim Caixin Vislab Cina, RTV Slovenia, dan Austria Presse Agentur (APA). 

    Hackathon ini diikuti 15 negara peserta. Tempo merupakan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Para peserta diminta membuat prototipe newsgame, aplikasi yang menggabungkan game dengan jurnalisme, dalam waktu 48 jam. Meski diminta membuat game, para peserta harus tetap berfokus memasukkan unsur topik dan alur berita. 

    Perhelatan ini menghadirkan lima juri, yaitu Cherisse Datu dari American University, yang juga kontributor The Undefeated ESPN; Programme Director GEN, Evangeline de Bourgoing; CEONewsDeeply, Lara Setrakian; Deputi Editor ESPN, Latoya Peterson; dan CEO Rappler, Maria Ressa.

    Tim Tempo, yang beranggotakan Wahyu Dhyatmika, William Rince, dan Muhammad Adam Firdaus, membuat game tentang bencana asap dengan nama “Stop the Haze”. Game ini menuntut pemain memadamkan kebakaran hutan dalam waktu terbatas.

    ”Dalam game kami, api hanya akan padam jika pembakar hutan dipenjara dan lahan gambut direstorasi,” kata Wahyu, dalam pesan pendek, kemarin. 

    Adapun tim Caixin membuat aplikasi permainan tentang cara mengelola kota agar polusi bisa dikendalikan. Tema game yang dibuat tim APA adalah bagaimana keluarga miskin bisa bertahan dengan subsidi pemerintah. Adapun RTV membuat game tentang perjalanan pengungsi dari Suriah ke Eropa.  

    Tim panitia menyatakan keempat tim itu berhasil menyelesaikan pekerjaan secara fantastis dengan tantangan yang sulit. Para juri pun terkejut oleh kreativitas dan keahlian yang ditampilkan para tim. “Alih-alih tiga, para juri akhirnya memilih empat tim untuk naik ke panggung utama. Selamat kepada APA, Tempo, RTVS, dan Caixin,” demikian pesan dari panitia yang diterima Wahyu. 

    Sebelumnya, tim Tempo juga menang dalam hackathon Editors Lab, yang digelar pertama kalinya di Indonesia, Mei lalu. Dalam acara yang diadakan GEN, yang bermitra dengan Ethical Journalist Network dan Dewan Pers, itu, Tempo mengalahkan sembilan tim lain dalam adu inovasi prototipe berita inovatif dengan tema “Mobile First News” dengan membuat aplikasi Layar Berita. 

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA | BS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.