Facebook Aktifkan Safety Check Menyusul Tragedi Nice  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jasad tergeletak di jalanan usai truk menabrak kerumunan warga yang merayakan libur nasional Bastille Day di Nice, Perancis, 14 Juli 2016. Akibat serangan ini, sedikitnya 70 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. REUTERS/Eric Gaillard

    Sejumlah jasad tergeletak di jalanan usai truk menabrak kerumunan warga yang merayakan libur nasional Bastille Day di Nice, Perancis, 14 Juli 2016. Akibat serangan ini, sedikitnya 70 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. REUTERS/Eric Gaillard

    TEMPO.CO, Nice - Facebook mengaktifkan fitur Safety Check pada Kamis, 14 Juli 2016, setelah sebuah truk menabrak pengunjung perayaan Bastille Day di Nice, Prancis, yang menewaskan sedikitnya 73 orang dan melukai puluhan lain.

    Ini ketiga kalinya jejaring sosial itu dalam waktu kurang dari dua bulan mengaktifkan fitur tersebut. Fitur itu memungkinkan pengguna Facebook yang berada di lokasi atau di dekat lokasi tersebut memberi tahu teman-temannya di jaringannya bahwa dia aman. (Baca: Serangan di Nice, Truk yang Tewaskan 73 Orang Penuh Senjata)

    Peranti itu mulai digunakan pada awal Juni lalu setelah serangan mematikan di sebuah klub malam Orlando, Florida, yang merenggut nyawa 49 orang dan diaktifkan lagi kurang dari dua minggu kemudian pasca-serangan bom di Istanbul yang diklaim setidaknya menghabisi 45 nyawa.

    "Bulan lalu, kami mulai menguji fitur-fitur yang memungkinkan orang untuk memulai dan berbagi Safety Check di Facebook," ujar juru bicara Facebook dalam sebuah pernyataan. "Kami berharap orang-orang di lokasi mendapati alat itu bermanfaat untuk membuat teman-teman dan keluarga mereka tahu bahwa mereka oke."

    Safety Check secara otomatis mengirim pengguna Facebook di sebuah daerah yang terdampak sebuah catatan yang menanyakan apakah mereka aman. Ketika pengguna mengklik, "Ya, biarkan teman-teman saya tahu," alat ini memberi tahu teman-teman Facebook-nya.

    CNET | ERWIN Z.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.