Gorila Ditetapkan sebagai Hewan yang Terancam Punah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor bayi gorila yang baru saja lahir tertidur pulas di dalam pelukan induknya dalam Kebun Binatang Praha di Republik Ceko, 24 April 2016. Bayi gorila lahir setelah dikandung induknya selama 8 hingga 9,5 bulan. REUTERS/David W Cerny

    Seekor bayi gorila yang baru saja lahir tertidur pulas di dalam pelukan induknya dalam Kebun Binatang Praha di Republik Ceko, 24 April 2016. Bayi gorila lahir setelah dikandung induknya selama 8 hingga 9,5 bulan. REUTERS/David W Cerny

    TEMPO.COHonolulu - Hewan primata terbesar, Gorila, telah terdaftar sebagai hewan yang terancam punah. Hal ini membuat empat dari enam spesies kera besar selangkah menuju kepunahan, seperti dikutip dalam rilis lembaga konservasi dunia WWF di Hawaii.

    The International Union for the Conservation of Nature atau IUCN mengatakan perburuan liar menyebabkan keberadaan gorila masuk daftar hewan langka (red list of endangered species). Daftar tersebut terdiri atas lebih dari 80 ribu spesies dan hampir 24 ribu di antaranya terancam punah.

    Baca:
    Di Bagian Ini, Manusia dan Gorila Mirip 96 Persen
    Polisi Selidiki Keluarga Bocah yang Jatuh di Kandang Gorila

    "Gorila timur, salah satu spesies terdekat dengan manusia, kini statusnya bergeser menuju kepunahan. Benar-benar menyedihkan," ujar Direktur Jenderal IUCN Inger Andersen dalam pernyataan, seperti dikutip dari NBC News, pada Senin, 5 September 2016.

    "Lembaga konservasi tengah berupaya dan kami telah meningkatkan bukti itu. Ini tanggung jawab kami untuk melindungi masa depan planet kita," ucapnya. 

    IUCN mengatakan diperkirakan ada 5.000 gorila timur yang tetap berada di alam liar. Jumlah itu merupakan penurunan sebesar 70 persen dalam 20 tahun terakhir.

    Dari semua spesies kera besar—gorila timur, gorila barat, orang utan Kalimantan, orang utan Sumatera, simpanse, dan bonobo—hanya simpanse dan bonobo yang tidak dianggap terancam punah. Tapi mereka terdaftar sebagai hewan langka. 

    Menurut ahli primata Russell Mittermeier, gorila Kongo, yang mayoritas penduduknya tinggal, akan menjadi sebuah perjuangan untuk bertahan karena di sana juga mengalami permasalahan lain, yakni ketidakstabilan politik.

    "Tidak ada solusi sederhana untuk saat ini selain berinvestasi untuk perlindungan hingga wilayah itu stabil. Seperti yang terjadi di Uganda dan Rwanda," ujar Russel, yang juga Ketua IUCN spesialis Primata. 

    Dalam sebuah wawancara, Catherine Novelli, perwakilan dari Amerika Serikat untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan, menyebutkan sebab kelangkaan gorila adalah perbuatan manusia. 

    Hewan lain yang bernasib lebih baik daripada gorila di antaranya kera dan panda raksasa, yang statusnya diubah dari hewan terancam punah menjadi hewan langka. IUCN berusaha membantu melindungi habitat atau tempat tinggal hewan langka tersebut.

    "Selama lebih dari 50 tahun, panda raksasa merupakan ikon konservasi yang paling dicintai," ujar direktur umum dari kelompok lingkungan lain, WWF.

    NBCNEWS.COM | DESTRIAIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.