Kisah Facebook dan Foto Telanjang dari Perang Vietnam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Facebook. telegraph.co.uk

    Ilustrasi Facebook. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook pada Sabtu lalu mengembalikan pesan yang diunggah Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, yang mereka hapus sehubungan dengan sebuah foto ikonis Perang Vietnam yang menunjukkan seorang remaja perempuan telanjang meloloskan diri dari sebuah pengeboman napalm.

    Facebook pada Jumat menarik kembali keputusan untuk menyensor gambar historis tersebut karena fotonya ditandai akibat pelanggaran standar untuk pesan tidak senonoh.

    Sebagai pengguna aktif media sosial, Solberg melanggar Facebook pada Jumat dengan mengunggah foto itu, memperparah kontroversinya.

    Namun, foto tersebut dihapus beberapa jam kemudian oleh Facebook, dalam langkah yang diyakini sebagai sensor online pertama yang melibatkan seorang pemimpin pemerintah.

    Pada Sabtu pagi, foto itu dikembalikan ke laman Facebook Solberg.

    Facebook mengatakan, “Sebuah gambar seorang anak perempuan telanjang biasanya dianggap melanggar standar komunitas kami, dan di beberapa negara mungkin dianggap sebagai pornografi anak. Dalam kasus ini, kami mengakui sejarah dan kepentingan global gambar ini dalam mendokumentasikan sebuah momen khusus dan suatu masa,” ujarnya.

    Diambil oleh fotografer Nick Ut Cong Huynh untuk Associated Press, foto produksi 1972 yang menunjukkan seorang anak perempuan Vietnam yang telanjang sambil berlari dari serangan bom napalm itu dianggap sebagai salah satu foto yang sangat menggambarkan perang tersebut. Foto tersebut mendapat penghargaan Pulitzer Prize.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perolehan Kursi DPR Pemilu 2019, Golkar dan Gerinda di Bawah PDIP

    Meski rekapitulasi perolehan suara Golkar di Pileg DPR 2019 di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra, namun perolehan kursi Golkar di atas Gerindra.