Penjualan iPhone 7 Plus Tinggi, Ini Warna Paling Diburu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung mengambil gambar suasana pembelian iPhone 7 di Moskow, Rusia, 23 September 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Seorang pengunjung mengambil gambar suasana pembelian iPhone 7 di Moskow, Rusia, 23 September 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo telah mengeluarkan laporan yang menunjukkan penjualan iPhone 7 Plus melebihi ekspektasi Apple. Salah satu hal yang mungkin menjadi alasan, menurut Kuo, adalah masalah baterai yang terjadi pada Galaxy Note7.

    Masalah Samsung dengan terbatasnya ketersediaan Galaxy Note7 dan pengembalian ponsel mendorong pengguna untuk mencari alternatif, selain dual-camera pada iPhone 7 Plus yang juga menjadi alasan meningkatnya pengiriman.

    KGI juga melakukan survei untuk mengetahui warna iPhone 7 yang paling disukai pengguna. Sekitar 30 sampai dengan 35 persen dari pre-order di seluruh dunia adalah varian Jet Black. Di Cina, varian tersebut bahkan lebih tinggi, hampir 50 persen, dan yang paling dicari adalah pilihan penyimpanan 128GB.

    Meski demikian, permintaan terhadap duo iPhone 7 dinilai kurang dibandingkan dengan iPhone 6s dan iPhone 6s Plus. Hal tersebut berarti bahwa prediksi yang menyebutkan Apple akan mengalami penurunan penjualan  akan menjadi kenyataan.

    "Kekurangan pasokan iPhone 7 dikarenakan permintaan yang melebihi perkiraan untuk iPhone 7 Plus dan terbatasnya pasokan varian Jet Black disebabkan oleh tingkat hasil produksi yang buruk 60-70 persen; keseluruhan permintaan masih lebih lemah dibandingkan iPhone 6s," ujar Analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, seperti dilansir dari GSM Arena.

    Sebelumnya pada awal September, Apple mengungkap kebijakan baru untuk tidak mengungkapkan jumlah iPhone yang terjual dalam beberapa hari pertama peluncurannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.