Pria Masuk Toko Apple, lalu Menghancurkan iPhone dan MacBook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghitung uang dari pembelian iPhone 7 di Moskow, Rusia, 23 September 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Petugas menghitung uang dari pembelian iPhone 7 di Moskow, Rusia, 23 September 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin

    TEMPO.CO, Paris - Sebuah video yang di-posting secara online, Kamis, 29 September 2016, menampilkan seorang laki-laki masuk ke sebuah Toko Apple Prancis dan mulai menghancurkan ponsel iPhone yang ia temui dan juga sebuah MacBook.

    Ia melakukan itu dengan sebuah bola petanque. Bola petanque, digunakan dalam sebuah permainan, biasanya cukup berat. Bola ini memang mampu membuat kerusakan, seperti dalam video itu.

    Video ini di-posting ke Twitter oleh @Quentin_IOS dan telah diturunkan (meskipun masih bisa dilihat di YouTube). Simak videonya.

    @Quentin_IOS menolak untuk memberikan nama aslinya tapi mengatakan tindakan itu terjadi di Dijon. Dia mengatakan kepada CNET bahwa seorang temannya telah mengambil video itu dan mengirimkannya kepadanya. Video itu sudah di-retweet lebih dari 13 ribu kali.

    @QuentinIOS mengatakan ia percaya pria itu meminta pengembalian dana, tapi toko menolak.

    Memang, dalam video itu si pria berseru: "Saudara-saudari, Apple adalah perusahaan yang melanggar hak-hak konsumen Eropa."

    Dia menambahkan, "Mereka menolak untuk mengembalikan uang saya. Mereka mengatakan tidak. Jadi, Anda tahu apa yang terjadi? Ini yang terjadi."

    Pria yang tidak disebutkan namanya itu, tampil sangat teliti dalam aksinya. Dia mengambil ponsel, meletakkannya di atas meja dan kemudian memukulkan bola petanque ke ponsel.

    Dia akhirnya disapa petugas keamanan. Dia mencoba lari, tapi orang-orang yang berseragam lebih cepat.

    Sebuah aksi saling dorong terjadi dan diikuti aksi mencengkeram tenggorokan, sampai orang itu didorong melewati pintu di pusat perbelanjaan.

    Baca:
    Banyak Ular di Tangsel, Ternyata Ada di Perumahan Elite   
    Nestapa Warga Bukit Duri di Rumah Susun: Tidur Kaya Tape
    Terbongkar, 2 Alasan Dimas Kanjeng Habisi 2 Pengikutnya

    CNET | ERWIN Z.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.