Kisah Mbah Gothi Berumur 145 Tahun dan Sains di Baliknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga yang memadati rumah Sodimejo berlomba memotret lelaki sepuh yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia itu menggunakan kamera ponsel di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    Warga yang memadati rumah Sodimejo berlomba memotret lelaki sepuh yang diklaim sebagai manusia tertua di dunia itu menggunakan kamera ponsel di Dukuh Segeran, Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Jakarta - Sodimejo menjadi buah bibir pada Agustus lalu. Data pada kartu identitasnya menunjukkan pria yang akrab disapa Mbah Gotho itu sudah berusia 145 tahun. Jika dokumen identitasnya bisa diverifikasi, Pria asal Desa Cemeng, Sragen, Jawa Tengah, itu menjadi manusia tertua di dunia.

    Berdasarkan dokumen dan data yang terverifikasi, rekor manusia tertua di dunia saat ini masih dipegang oleh perempuan asal Prancis, Jeanne Louise Calment. Ketika meninggal di panti jompo pada 1997, Calment berusia 122 tahun.

    Sejauh ini, hanya kartu identitas itu yang menjadi bukti betapa tuanya usia Mbah Gotho. Sulit memverifikasi tanggal kelahirannya, yang tercatat 31 Desember 1870. Dia sudah hidup lebih lama dari empat istrinya. Sepuluh saudara Mbah Gotho sudah meninggal. Kawan-kawan sebaya dan lima anaknya juga sudah tak ada.

    Rentang usia yang dicapai Calment dan Mbah Gotho adalah hal luar biasa dalam kehidupan manusia. Perbaikan kualitas gizi, kesehatan, dan kehidupan sosial dinilai sebagai faktor yang ikut menentukan meningkatnya durasi usia manusia. Sejak 1960-an, rentang hidup manusia meningkat drastis. Namun laju peningkatan durasi hidup manusia mulai berkurang, bahkan cenderung stagnan, sejak 1980-an.

    Namun, secara alami, durasi hidup manusia ditentukan oleh telomere—bagian ujung rantai asam deoksiribonukleat (DNA) yang mempengaruhi penuaan sel. Ketika sel memperbarui dirinya sendiri—yang terjadi sepanjang hidup manusia—panjang telomere akan menyusut.

    Selanjutnya: Telomere memungkinkan sel tubuh...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.