Bagaimana Supermoon Terjadi dan Kapan Bisa Dilihat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan

    Bulan "Supermoon" terlihat di belakang puncak Monumen Washington, A.S., 27 September 2015. Dua fenomena langka, bulan purnama dan gerhana bulan menghasilkan bulan yang terlihat kemerahan dan disebut "Bulan merah darah". AP/J. David Ake

    TEMPO.CO, Jakarta – Hari ini, Senin, 14 November 2016, Anda bisa menyaksikan bulan yang lebih terang dan lebih besar daripada biasanya tanpa alat bantu apa pun. Tak perlu khawatir, cahaya bulan malam ini tak berbahaya untuk mata telanjang.

    Fenomena alam yang disebut supermoon ini terjadi saat bulan mencapai titik terdekat dengan bumi dalam kondisi bulan penuh atau purnama. Supermoon kali ini sangat istimewa karena akan menjadi yang terbesar selama 68 tahun sejak 1948. Menurut badan antariksa Amerika, National Aeronautics and Space Administration (NASA), bulan tak akan mencapai titik sedekat ini dengan bumi hingga 25 November 2034. 

    Christoper Palma mengatakan, selama setahun, jarak bulan dengan bumi bervariasi, dari 350 ribu kilometer hingga 400 ribu kilometer. Palma adalah Senior Lecturer and Associate Department Head for Undergraduate Programs in Astronomy & Astrophysics di Pennsylvania State University.

    Bulan membutuhkan waktu 27,3 hari dari titik terdekat ke titik terdekat selanjutnya. Waktu ini lebih pendek daripada fase penuh bulan, yakni 29,5 hari. “Karena perbedaan waktu inilah fase bulan saat berada di titik terdekat dengan bumi sangat bervariasi,” kata Palma.

    Orbit bulan saat mengelilingi bumi tak bulat sempurna. Artinya, bulan punya jarak terdekat dan terjauh dengan bumi. Terkadang titik terdekatnya terjadi saat bulan penuh, atau saat bulan masih muda. Kapan pun fasenya, jika berada di titik terdekatnya dengan bumi, bulan akan terlihat lebih besar. 

    Titik terdekat bulan dengan bumi disebut perigee, dan titik terjauhnya disebut apogee. Saat bulan penuh terjadi di perigee, terjadilah supermoon. Saat terbaik melihat fenomena alam ini adalah pukul 06.22 eastern standar time atau 18.22 WIB. 

    Noah Petro, Deputy Project Scientist untuk NASA Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), mengatakan hampir tak ada perbedaan jarak bulan dengan bumi setiap malam hingga 14 Desember. Jadi, Anda punya waktu cukup lama untuk menikmati fenomena alam ini.

    SPACE.COM | NASA | TRI ARTINING PUTRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.