WhatsApp Perpanjang Masa Layanan untuk BlackBerry  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Blackberry. Postmobilereview.com

    Blackberry. Postmobilereview.com

    TEMPO.CO, Jakarta - WhatsApp telah membuat keputusan baru tentang keberadaan layanan mereka untuk sistem operasi OS BlackBerry. Layanan pesan instan milik Facebook ini memutuskan untuk memperpanjang waktu ketersediaan layanan mereka untuk sistem operasi OS BlackBerry, seperti dilansir melalui Phonearena.com, Selasa, 15 November 2016.

    "Seperti yang diumumkan dalam blog, kami akan segera menghentikan layanan kami pada beberapa perangkat. Pada 30 Juni 2017, layanan kami tidak lagi mendukung beberapa platform," kata juru bicara WhatsApp melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 15 November 2016. Keputusan mengenai akhir layanan yang disediakan WhatsApp ini artinya memperpanjang durasi waktu penghentian layanan.

    Sebelumnya, pada Februari lalu, WhatsApp menyatakan akan mengakhiri layanan terhitung 31 Desember 2016. Keputusan awal ini jelas menunjukkan, terhitung Januari 2017, layanan WhatsApp akan hilang dari OS BlackBerry dan beberapa perangkat lain.

    Penghentian layanan akan terjadi pada BlackBerry OS, BlackBerry 10, Nokia S40, Nokia Symbian S60, Android 2.1 dan Android 2.2, Windows Phone 7, serta iPhone 3GS, iOS 6.

    Keputusan baru menjelaskan bahwa perpanjangan masa aktif layanan WhatsApp ini akan berlaku pada BlackBerry OS, BlackBerry 10, Nokia S40, dan Nokia Symbian S60. Sedangkan perangkat dengan Android 2.1, Android 2.2, Windows Phone 7, dan iPhone 3GS dan iOS 6 tetap akan diberhentikan layanan WhatsApp-nya mulai Januari 2017.

    Keputusan baru ini juga membuktikan ada keadilan bagi para penggemar Blackberry yang masih menggunakan perangkat dengan sistem operasi BlackBerry OS dan OS 10.

    PHONE ARENA | MAYA NAWANGWULAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.