Canon EOS M5, Kamera Mirrorless Rasa DSLR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera mirorless Canon EOS M5 resmi masuk pasar Indonesia setelah diluncurkan di Hotel Ombak Sunset, Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 1 Desember 2016. TEMPO/Amri Mahbub

    Kamera mirorless Canon EOS M5 resmi masuk pasar Indonesia setelah diluncurkan di Hotel Ombak Sunset, Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 1 Desember 2016. TEMPO/Amri Mahbub

    TEMPO.CO, Lombok Utara - Kamera mirrorless Canon EOS M5 akhirnya memasuki pasar Indonesia setelah dikenalkan di pasar global pada September 2016. PT Datascrip selaku distributor resmi Canon memperkenalkan kamera mirrorless "rasa" DSLR (Digital Single-lens Reflex) ini di Hotel Ombak Sunset, Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis, 1 Desember 2016.

    "Sekarang baru memenuhi pesanan terlebih dulu dan dijual di pasaran akhir bulan ini," ujar Sintra Wong, Division Manager of Canon Image Communication Product PT Datascrip, saat pemaparan produk. Seri ini, menurut dia, menyasar segmen pasar fotografer profesional dan amatir. Artinya, lebih tinggi ketimbang dua seri M sebelumnya (M3 dan M10) yang menyasar entry level.

    EOS M5 sekaligus memulai debutnya dengan koneksi Bluetooth Low Energy pada kamera seri EOS dari Canon. Teknologi ini dapat menyambungkan kamera secara terus-menerus dengan smartphone untuk mentransfer data GPS atau foto.

    EOS M5 mengadaptasi rancangan dasar kamera DSLR dengan viewfinder (jendela bidik) di bagian tengah dengan resolusi mencapai 2,36 juta titik OLED (Organic Ligh-Emitting alias dioda cahaya organik). Ini, kata Santria, jelas memberikan komposisi gambar yang mendekati warna aslinya dengan kejernihan tinggi. "Metode 'kanibalisme' seperti ini tak ada di kamera mirrorless merek lain," ucapnya.

    Kamera ini tetap memiliki layar LCD sentuh 3,2 inci yang dapat ditekuk hingga 85 derajat ke atas dan 180 derajat ke bawah. Canon, ujar Santria, menyematkan layar tersebut guna memberikan pengalaman berfoto yang lebih variatif. Tak hanya itu, EOS M5 memiliki fungsi Touch & Drag AF, yakni fitur yang dapat memindahkan area fokus melalui sentuhan jari di layar LCD saat membuat video.

    Soal resolusi sensor, seri ini setara dengan DSLR CANON EOS 80D, yaitu 24,2 megapiksel. Sensitivitas ISO-nya mencapai 25.600 dan dibenamkan prosesor gambar DIGIC 7. Kombinasi tersebut, menurut Sintra, dapat mengoptimalkan pengaturan tingkat kecerahan dan ketajaman pada gambar. Berkat kemampuan koreksi difraksi sinar gabungan sensitivitas ISO dan prosesor tersebut, detail gambar tetap terjaga.

    "Terutama, pada saat memotret di lingkungan yang sangat terang," tuturnya. Resolusi sensor pun didukung teknologi Dual Pixel CMOS AF yang pula digunakan dalam jajaran kamera DSLR Canon 80D. Sehingga, memungkinkan mencari fokus secara akurat dan cepat.

    Teknologi Predictive AF yang ada di kamera DSLR terdapat pula di kamera ini, yang berguna untuk menganalisis gerakan dan kecepatan subyek bergerak. Secara otomatis, kamera dapat mengatur titik fokus sebelum menutup shutter. Imbasnya, kecepatan memotret beruntun obyek bergerak bisa mencapai 7 frame per detik.

    Menariknya, EOS M5 sangat memudahkan melakukan pemotretan dengan teknik panning (bergerak dari kanan ke kiri, atas ke bawah, atau sebaliknya). Karena itu, subyek yang bergerak cepat, seperti mobil, kereta, dan kegiatan olah raga dapat dipotret dengan maksimal.

    Berbekal 49 titik auto fokus cross type dan teknologi Dual Pixel AF, EOS M5 sanggup menjepret kecepatan 7 frame per detik dengan Continuous AF, atau 9 frame per detik dengan mengunci fokus.

    Sebagai kamera yang menyasar kalangan penggila foto, EOS M5 turut dilengkapi aneka tombol dial untuk pengaturan manual, termasuk exposure compensation dan dua command dial. Pengaturan tombol-tombol tersebut juga menyerupai layout tombol kamera DSLR kelas menengah ke bawah Canon.

    Untuk video, EOS M5 sanggup merekam dengan resolusi hingga Full HD (1.920 x 1.080) dengan frame rate 60 fps. Canon ikut membenamkan teknologi image stabilizer berbasis software (digital) untuk meredam goyangan saat perekaman video.

    Meski memiliki kemampuan DSLR EOS 80D, Sintra mengklaim EOS M5 tak akan menggeser pasar kamera yang ditujukan kepada para profesional tersebut. "Keduanya saling melengkapi. Kalau ada yang mau ringkas dan ringan, ya bisa pilih M5. Kalau mau dibawa ke medan yang lebih ekstrem ya bisa pakai 80D," katanya.

    Di Indonesia, EOS M5 dijual seharga Rp 14,2 juta untuk versi body only alias tanpa lensa. Datascrip juga memasarkan versi kit dengan lensa EF-M 45-45 mm F3.5-6.3 dengan banderol Rp 15,7 juta dan kit dengan lensa EF-M 18-150 mm F3.5-6.3 yang dihargai Rp 19,9 juta.

    Dengan kehadiran EOS M5 kini para peminat fotografer memiliki banyak pilihan dalam kamera mirrorles dengan standar tinggi. Sebelumnya, Sony sudah menawarkan a6000 dan a6300 yang menghadirkan kualitas layar video 4k. Panasonic memiliki dua seri, yakni GX85 dan GX8, dengan spesifikasi dan viewfinder yang tak kalah dengan Canon EOS M5. Begitu pula dengan Olympus E-M5 Mark II yang menawarkan spesifikasi serupa.

    Semua model tersebut menawarkan spesifikasi, fungsi, dan teknologi yang tak jauh berbeda dan mampu menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi. Bahkan beberapa merek menawarkan kualitas video yang lebih tinggi ketimbang Canon EOS M5. Akhirnya, pilihan tergantung kepada peminat para pengguna.

    AMRI MAHBUB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.