Layanan Pembayaran dengan Pindai Kode QR Tumbuh Pesat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimo Pay by QR. Dimo.co.id

    Dimo Pay by QR. Dimo.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan pembayaran dengan memanfaatkan kode QR (quick response) diklaim semakin meningkat. Chief Executive Officer Dimo Pay by QR Brata Rafly mengatakan jumlah penggunanya terus meningkat sepanjang 2016.

    "Pengguna aktif bulanan kami meningkat 7.000 persen sepanjang tahun," ucap Brata Rafly di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Kamis, 15 Desember. Ia optimistis penggunaan layanan pembayaran menggunakan metode pemindaian kode QR pada barang akan semakin bertumbuh pada 2017.

    Volume transaksi Dimo di akhir tahun juga diklaim meningkat sebesar 7.150 persen dari awal tahun 2016. Peningkatan terjadi sebesar 73 kali jika dibanding data Januari 2016.

    Sedangkan nilai transaksi yang terjadi selama 2016 diklaim meningkat sebesar 16.885 persen atau tumbuh 170 kali dibandingkan dengan Januari 2016.

    Peningkatan transaksi yang didapat Dimo diklaim berasal dari penggunaan aplikasi PayByQR dari issuer Dimo, seperti e-wallet, mobile banking, dan credit card loyalty points.

    Dimo juga menyatakan sedang melakukan pengembangan teknologi yang ada untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan rekanan mereka. Saat ini, Dimo telah bekerja sama dengan 15 mobile wallet issuers yang memanfaatkan teknologi Pay by QR untuk pelanggan mereka.

    Tujuan kerja sama yang dibangun antara lembaga keuangan, merchant, dan Dimo adalah memudahkan pelanggan bertransaksi dengan sistem pemindaian kode QR.

    Saat ini, Dimo telah bekerja sama dengan lembaga keuangan dan perbankan, seperti BNI, BRI, Bank Sinarmas, Indosat Ooredoo Dompetku, Uangku, Doku, Pay Access, TMoney Telkom Indonesia, Simobi, dan UnikQu.

    Dimo juga bekerja sama dengan merchant, seperti Lazada, The Coffee Bean, Chatime, Bakerzin, Shiseido, Solaria, dan Shabu Tei.

    MAYA NAWANGWULAN

    Baca:
    Ahok Tokoh Paling Dicari di Google
    10 Pencarian Terpopuler Google Indonesia Sepanjang 2016
    Jessica Jadi Kata dengan Pencarian Tertinggi di Google



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.