Atasi Berita Hoax, Facebook Kembangkan 'Journalism Project'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi facebook. REUTERS

    Ilustrasi facebook. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook Inc meluncurkan "Journalism Project" untuk memperdalam hubungan mereka dengan organisasi pemberitaan. Peluncuran ini diadakan kurang dari seminggu setelah mereka mengatakan mempekerjakan mantan jurnalis CNN, pembawa berita Campbell Brown untuk mengepalai tim kemitraan pemberitaan, lapor Reuters.

    Sebagai bagian dari proyek baru, Facebook akan fokus memperbaiki format bercerita mereka saat ini, seperti Live, 360, dan Instant Articles.

    Mereka akan menguji coba fitur menggunakan Instant Article, pembaca dapat melihat beberapa cerita sekaligus dari media pemberitaan pilihan mereka.

    Facebook akan bekerja sama dengan pohak ketiga untuk mempromosikan literasi berita dan membantu pengguna memutuskan sumber mana yang terpercaya.

    Facebook juga akan terus bekerja untuk membatasi hoax.

    Media sosial ini mendapat kritik selama beberapa bulan terakhir karena dianggap tidak cukup berusaha mengatasi berita palsu, berita bohong, selama kampanye Pilpres Amerika Serikat.

    "Kami peduli untuk memastikan kesehatan ekosistem berita dan jurnalisme dapat berkembang," kata Direktur Produk Facebook Fidji Simo.

    Facebook juga akan memperkenalkan iklan di video reguler, mereka sudah mencoba di Facebook Live.

    ANTARA


    Baca:
    Facebook Tengah Mengembangkan Alat Komunikasi Lewat Telepati
    Misteri Elemen Ketiga di Pusat Bumi Terungkap
    Ponsel Lipat Samsung Dikabarkan Meluncur Kuartal II 2017
    Ini Solusi untuk Atasi Masalah Menjengkelkan di iPhone 7


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.