Selasa, 23 Oktober 2018

Airbus Akan Uji Mobil Terbang Akhir Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Airbus Grup, Tom Enders. wikipedia.org

    CEO Airbus Grup, Tom Enders. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Munich - Perusahaan pembuat pesawat, Airbus, sedang mengembangkan tiga solusi terpisah untuk kemacetan perkotaan yang berbasis transportasi udara. Ketiga solusi itu, yaitu kendaraan satu penumpang, drone pengiriman paket, dan bus otonom.

    CEO Airbus Tom Enders berbicara tentang ketiga proyek itu di Munich pada konferensi DLD kemarin. Enders mengatakan perusahaannya akan mendemonstrasikan kendaraan terbang untuk satu penumpang pada akhir tahun ini.

    Baca:
    Makam Pekerja Mesir Kuno Ditemukan, Tulangnya Ungkapkan Ini
    Penyelidikan Samsung Ungkap Baterai Penyebab Note 7 Terbakar
    Gemar Berpose Simbol 2 Jari? Awas, Pencurian Sidik Jari!  

    "Seratus tahun yang lalu, transportasi perkotaan bergerak di bawah tanah, sekarang kita memiliki sarana teknologi untuk bepergian di atas tanah. Kami berada dalam fase eksperimen, kami menjalankan pengembangan ini dengan sangat serius. Dengan terbang, Anda tidak perlu menaruh miliaran untuk jembatan dan jalan beton," ujarnya sebagaimana dikutip Digital Trends, Senin 16 Januari 2017.

    Vahana, kendaraan satu penumpang sekaligus pilot, adalah konsep Airbus untuk mobil terbang. Mobil ini dipandang sebagai solusi yang layak untuk komuter macet. Inilah kendaraan yang ingin diuji Enders pada akhir tahun 2017. Menurut CEO Proyek Vahana, Rodin Lyasoff, Vahana benar-benar layak.

    "Banyak teknologi yang dibutuhkan, seperti baterai, motor dan avionik," kata Lyasoff. Dia juga menyatakan bahwa teknologi 'sense and avoid' yang saat ini muncul di mobil, adalah salah satu tantangan target mereka.

    Platform Vahana, menurutnya, dapat digunakan untuk car sharing, dengan permintaan di seluruh dunia dalam jumlah jutaan kendaraan. "Dalam waktu 10 tahun, kita bisa memiliki produk di pasar yang merevolusi perjalanan perkotaan bagi jutaan orang. Tes subsystem sudah berlangsung untuk vahana,” ujarnya.

    Proyek Airbus Skyways merupakan armada besar dari drone pengiriman paket. Airbus tidak akan masuk ke bisnis pengiriman paket, tetapi melihat pengecer seperti Amazon dan jasa pengiriman seperti DHL sebagai pelanggan potensial Skyways.

    CityAirbus adalah konsep Airbus untuk kendaraan terbang beberapa penumpang yang dioperasikan secara elektrik. Desain yang sebenarnya masih dirahasiakan, namun konsepnya akan menggunakan beberapa baling-baling dan terlihat seperti pesawat tak berawak yang relatif kecil.

    Airbus tidak menunggu beberapa perusahaan atau kelompok lain untuk menjadi yang pertama dalam bisnis kendaraan terbang. "Pasar ini akan berkembang dengan cepat sekali begitu kita dapat menyebarkan kendaraan pertama di kota-kota besar dan menunjukkan manfaat dari transportasi udara yang tenang, bebas emisi dengan harga yang kompetitif," ujar Jorg Muller, dari departemen pengembangan perusahaan Airbus.

    DIGITAL TRENDS | ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.