Kamis, 15 November 2018

Penelitian Eijkman Ungkap Penghuni Paling Awal Nusantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengenakan aksesoris tradisional saat mengikuti ritual Isolo di atas perahu dalam Pembukaan Festival Danau Sentani ke-9 di Kampung Wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua, 20 juni 2016.  ANTARA/Rosa Panggabean

    Warga mengenakan aksesoris tradisional saat mengikuti ritual Isolo di atas perahu dalam Pembukaan Festival Danau Sentani ke-9 di Kampung Wisata Khalkhote, Sentani Timur, Papua, 20 juni 2016. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Studi genetik para peneliti di Lembaga Eijkman bekerja sama dengan lembaga riset dunia menunjukkan kelompok masyarakat di Alor dan Papua dinilai lebih tua daripada populasi penduduk di bagian barat Indonesia. Jika durasi menetap diperhitungkan sebagai ukuran menakar pribumi, leluhur masyarakat Alor dan Papua sudah lebih lama menjelajah di Nusantara.

    “Nenek moyang orang Alor dan Papua itu masuk lebih dulu ke Nusantara sekitar 50 ribu tahun lalu,” ujar Herawati Sudoyo, Deputi Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dalam tulisan berjudul Melacak Leluhur Lewat DNA di majalah Tempo edisi 30 Januari 2017.  

    Baca: Siapa Pribumi Asli Indonesia? Penelitian Eijkman Menjawabnya

    Peneliti dari Universitas Toulouse, Francois-Xavier Ricaut, mengatakan marka gen orang Papua sebenarnya masih tersisa di tubuh penduduk Indonesia bagian barat. Ini merupakan sisa jejak pergerakan para nenek moyang Austromelanesia yang bergerak ke barat, “Atau ada jejak dari pergerakan orang-orang yang menuju timur dan bercampur di sana,” ucap Ricaut. 

    Nicolas Brucato, peneliti dari Laboratorium Antropologi Molekuler dan Sintesis Citra (AMIS), Universitas Toulouse, Prancis, menyatakan warisan genetik orang Indonesia dipengaruhi aktivitas jaringan perdagangan. Dalam presentasinya di Lembaga Eijkman pada November lalu, Brucato menuturkan jalur laut Samudra Hindia dan kawasan kepulauan Indonesia menjadi perlintasan para pedagang dari Afrika Barat, India, dan Cina lebih dari 2.000 tahun.

    Perkawinan campur antaretnis dan pertukaran kebudayaan turut menyertai aktivitas perdagangan. Jejak kelompok Austronesia, rumpun nenek moyang orang Asia Tenggara, juga terdapat di kawasan Madagaskar. Brucato mengatakan sekitar 40 persen genom orang Malagasi, kelompok etnis yang membentuk populasi Madagaskar saat ini, diturunkan dari orang Indonesia.

    Penelitian antropologi menunjukkan bahasa orang Malagasi berakar dari bahasa orang Dayak Ma’anyan yang ada di Kalimantan bagian tenggara. Namun genetik orang Malagasi justru lebih dekat kepada orang Banjar, yang juga berasal dari kawasan yang sama dengan Dayak Ma’anyan. “Tidak ada korelasi antara warisan genetik dan bahasa orang Dayak Ma’anyan di masyarakat Malagasi,” ucap Brucato. “Namun masyarakat sana menganggap orang Indonesia sebagai saudara.”

    GABRIEL WAHYU TITIYOGA | EZ

    Baca:
    Bos Apple dan Google Kecewa Kebijakan Imigrasi Donald Trump
    Hamster Prancis Jadi Kanibal karena Budidaya Jagung
    7 Langkah Penting untuk Lindungi Privasi di Era Online



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.