Kamis, 22 Februari 2018

The Profit, Game Lokal untuk Mengasah Naluri Bisnis

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 17 Februari 2017 06:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Profit, Game Lokal untuk Mengasah Naluri Bisnis

    The Profit, game lokal buatan Surabaya. (google play)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini bukan permainan bagi para penggila game. Siapa saja yang memiliki hasrat menaklukkan musuh silakan minggir. Sebab, The Profit adalah mesin belajar, bukan untuk menjadi jagoan.

    Natek Studio, pengembang game yang berbasis di Surabaya, membuat The Profit khusus bagi para calon pengusaha. “Ini adalah simulasi bisnis pertama buatan dalam negeri yang basis strateginya hampir menyamai bisnis di dunia nyata,” kata Tony Susanto, pendiri Natek, kepada Tempo, awal pekan ini.

    Memulai bisnis, menurut Tony, bukanlah hal yang mudah dilakukan. Selain butuh kesabaran, diperlukan banyak modal. Mencari ilmu dari satu seminar ke seminar lain serta pendamping bisnis (business coach) tentunya menghabiskan dana yang tidak sedikit. Dengan melahirkan The Profit, Tony berharap bisa membantu para perintis usaha dengan cara yang lebih mudah dan murah. Walhasil, ujar dia, kegagalan dalam berbisnis bisa diminimalkan.

    Tony dan tim Natek Studio meriset permainan untuk ponsel pintar Android ini selama delapan bulan. “Pengerjaannya sekitar empat bulan,” kata pria kelahiran Sidoarjo, 27 April 1978, ini.

    Pada laman Google Play Store, permainan tipe tycoon game (permainan strategi bisnis) itu menggunakan ikon seseorang pria berjas abu-abu. Hingga Jumat, 10 Februari 2017, setidaknya The Profit sudah diunduh lebih dari 1.000 pengguna. Angka itu terbilang bagus untuk sebuah game gratis yang belum genap sebulan dirilis.

    Terdapat empat bidang bisnis kecil-menengah sektor jasa yang bisa dipilih, yakni toko roti, minimarket, salon mobil, dan restoran. Berbeda dengan tipe tycoon game lainnya yang cenderung fiktif, semua aktivitas dan permasalahan yang dihadapi para pengguna dalam The Profit merupakan tantangan bisnis nyata.

    Ada bidang pemasaran, operasional, dan keuangan yang harus Anda atur betul agar perusahaan yang dibangun bisa berjalan dan meraup keuntungan. Tony dan timnya juga memasukkan unsur membayar pajak, mengurus izin mendirikan bangunan, serta tuntutan penghematan listrik.

    Di awal game, para pemain langsung dihadapkan dengan seorang investor bernama Mr. Travis. Kehadirannya bisa dibilang mewakili realitas bahwa usaha kecil-menengah cenderung sulit mendapatkan pinjaman dari bank. Walhasil, mereka hanya akan mengandalkan pembiayaan mikro.

    Selanjutnya: Diberi pinjaman Rp 350 juta

    Dalam The Profit, pinjaman sebesar Rp 350 juta akan diberikan di awal tanpa bunga. Tugas para pemain adalah mencicilnya setiap bulan dengan tetap mencari keuntungan.

    Kemudian, setiap lima menit, akan muncul notifikasi aktivitas apa saja yang harus dilakukan hari itu. Ada semacam “to-do list” yang biasa dibuat karyawan kantor, seperti memperbaiki bagian bangunan yang rusak dan menghadiri sosialisasi pajak.

    Dalam ulasannya di Google Play Store, permainan ini memperoleh empat bintang. Pada kolom komentar, Arwani Ali memuji, “Simulasi perhitungan keuangannya bagus.”

    Adapun Fely Ulya menulis, “Gaya belajarnya sangat cocok untuk anak muda yang lebih fun. Tidak membosankan. Modul bisnisnya juga sangat oke.”

    Surat elektronik berisi modul usaha akan dikirim secara berkala kepada para pemain The Profit. Ada sekitar 300 modul tips dan trik bisnis. Tony mengatakan semua modul tersebut merupakan ilmu bisnis yang ia pelajari selama 15 tahun terakhir.

    Meski The Profit bisa diunduh secara gratis, untuk mendapatkan modul tersebut, para pemain harus membayar paket diamond. Ada tiga paket, yaitu senilai Rp 23 ribu untuk memperoleh 70 diamond strategi, Rp 137 ribu untuk 200 diamond dan 9 modul bisnis, serta Rp 249 ribu untuk 200 diamond dan 21 modul bisnis. Bisa dibilang permainan ini menjual “strategi bisnis untuk para pemula”.

    “Paket tersebut untuk mereka yang serius segera memulai bisnisnya,” ucap Digital Strategy and Content Developer Natek, Afietadi Kurniawan.

    Selain permainan, The Profit menyediakan fitur forum komunitas sebagai wadah komunikasi antar-pengguna jika ingin bertukar ide. Forum ini juga bisa berfungsi sebagai resume untuk mengevaluasi hasil simulasi bisnis yang sudah dijalankan.

    Afietadi mengatakan Natek sedang mendekati Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) agar bisa lebih masuk ke jaringan usaha kecil-menengah di Indonesia. “Dan melatih mereka menggunakan game ini,” ujarnya. Harapannya, The Profit bisa dijadikan modul pembelajaran kewirausahaan bagi semua pebisnis binaan Bekraf. Kini, The Profit sudah terpilih sebagai salah satu perusahaan rintisan dari lima proyek Bekraf.

    Tony berharap perusahaan rintisan bisa bertahan lebih lama dengan adanya simulasi bisnis dari permainan The Profit. “Dengan ini, kami ingin mendukung program 1 juta pengusaha yang dicanangkan pemerintah,” kata dia.  

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.