Creators for Change, Upaya YouTube Hadirkan Toleransi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Youtube Indonesia, Google, Habibie Center, Maafrif Institute, dan Cameo Project. TEMPO/Hotma Siregar

    Perwakilan Youtube Indonesia, Google, Habibie Center, Maafrif Institute, dan Cameo Project. TEMPO/Hotma Siregar

    TEMPO.CO, Jakarta -Bersamaan dengan hadirnya YouTube Space Jakarta, YouTube juga meluncurkan program Creator for Change di Indonesia. Creator for Change adalah program global yang bertujuan memperkuat suara-suara para kreator di YouTube yang memanfaatkan video untuk mendatangkan perubahan sosial di negara masing-masing.

    ”Sekitar 70 persen generasi milenial meyakini YouTube menciptakan perubahan dan 50 persen diantaranya mengalami perubahan persepsi setelah menyaksikan video YouTube,”ujar Shinto Nugroho, Head of Public Policy and Government Relation Google Indonesia. a

    Indonesia termasuk salah satu dari 10 tempat program ini diluncurkan. Negara lainnya adalah AS (Los Angeles dan New York), Kanada, Brasil, Inggris, Jerman, Jepang, India, dan Australia.

    Cameo Project, channel video film pendek YouTube, yang antara lain dikelola oleh Yosi Makalu dan Andry Ganda terpilih menjadi duta program ini untuk Indonesia. Cameo Project juga akan berkolaborasi dengan Maarif Institute dan Habibie Center dalam mengadakan pelatihan, seminar, dan diskusi terbuka di 10 kota di Indonesia selama April-Oktrober 2017.

    Pelatihan membuat konten positif itu mendepankan toleransi di tengah keberagaman. Lima kota di Pulau Jawa yang ikut serta yakni Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. Ada pun lima kota di luar Pulau Jawa yakni Medan, Pontianak, Denpasar, Makassar, dan Ambon.

    “Melalui program ini, dan bekerjasama dengan rekan-rekan lainnya di Indonesia, kami bisa bertemu dengan banyak anak muda, dan bercerita bahwa kita butuh karya positif untuk mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Yosi.

    Dalam pelatihan ini Maarif Institute akan memberikan pelatihan “Jurnalistik Pluralisme” untuk para pelajar SLTA negeri berusia 16-18 tahun. Ada pun Habibie Center menggelar training for trainers CERITA (Community Empowerment in Raising Inclusivity and Trust through Technology Application) untuk mereka yang berusia 18-35 tahun.

    HOTMA SIREGAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.