Opera Mini Perbarui Fitur Android, Ini Hal Baru yang Jadi Andalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.opera.com/mobile

    www.opera.com/mobile

    TEMPO.CO, Jakarta - Opera Mini menambah dan memperbarui beberapa fitur mereka di perangkat berbasis Android untuk meningkatkan standar distribusi konten, keterlibatan, dan aksesibilitas mobile browser tersebut.

    "Mobile browser akan menjadi pintu gerbang bagi para pengguna internet di Indonesia dan akhir-akhir ini hampir semua pengguna menikmati konten internet pada layar kecil sambil beraktivitas. Ada beberapa tantangan yang dihadapi yang berhubungan dengan ketersediaan bandwidth, distribusi konten dan aksesibilitas," kata Executive Vice President Mobile Business Unit Opera Software, Nuno Sitima, dalam keterangan tertulis.

    Opera memperbarui download manager agar pengguna leih mudah mengunduh video dan musik serta mencegah mengklik iklan pop-up.

    Ketika pengguna mengakses media sosial, MP3, atau situs untuk mengunduh film, Opera Mini secara otomatis memindainya dan memberikan tautan untuk mengunduh secara langsung, pengguna hanya perlu mengaktifkan Mode Ekstrim.  

    Konten yang dapat diunduh akan muncul dalam bentuk menu drop-down di bagian atas layar, tanpa harus scroll layar.

    Opera Mini kini memiliki fitur newsfeed yang didukung kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk membaca kebiasaan pengguna. Mobile browser ini akan menampilkan berita sesuai dengan apa yang sering dibaca.

    Teknologi kompresi unik dari Opera Mini sekarang diperluas untuk fitur penyimpanan laman sehingga ukuran laman yang disimpan akan menjadi sekecil 10% dari ukuran aslinya. Fitur ini memastikan pengguna menyimpan laman yang berisi konten penting yang diinginkan.

    Saat memakai mode ekstrim, teknologi video boost akan menghemat 50 persen konsumsi data dan dapat memuat video lebih cepat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.