Temuan Baru: Semut Afrika Selamatkan Rekan yang Cedera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semut. shutterstock.com

    Ilustrasi semut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semut  Matabele Afrika, yang dikenal sebagai pemangsa rayap, terungkap menyelamatkan semut tentara yang cedera dan membawa rekannya itu kembali ke sarang untuk dirawat. "Kami telah mengamati perilaku menolong pada hewan invertebrata yang terluka, untuk pertama kalinya," kata Erik Frank dari Biocentre Universitas Wuerzburg Jerman seperti dimuat Science Advances,  Rabu 12 April 2017.

    Perilaku membantu rekan yang cedera tersebut merupakan penemuan pertama di dunia serangga. Semut dengan nama ilmiah Megaponera analis tersebut tersebar di selatan Gurun Sahara, Afrika.

    Sekitar dua hingga empat kali sehari, mereka berbondong-bondong menyerang dan membunuh rayap pekerja di tempat mereka mencari makan.  Namun, penyerangan itu mendapatkan perlawanan sengit dari rayap tentara yang menjaga rayap pekerja, yang memiliki rahang kuat untuk membunuh dan melukai semut Matabele.

    Ternyata untuk meminimalkan semut yang mati diserang rayap, Matabele mengembangkan perilaku untuk menyelamatkan rekan mereka. Perilaku tersebut merupakan penemuan pertama di kalangan serangga.

    Ketika semut Matabele cedera, serangga tersebut akan memanggil rekan-rekannya untuk meminta pertolongan dengan mengeluarkan zat kimia sebagai sinyal bahaya. Semut yang cedera akan dibawa kembali ke sarang untuk mendapatkan perawatan seperti melepas rayap yang masih menempel di tubuh semut.

    PHYS.ORG | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.