Qualcomm Prediksi Indonesia Jadi Pusat Manufaktur Alat Elektronik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Regional Asia Tenggara Qualcomm Technologies, Mantosh Malhotra dan Vice President Qualcomm India Larry Paulson, menunjukkan ukuran Snapdragon 835. TEMPO/Ali Hidayat

    Kepala Regional Asia Tenggara Qualcomm Technologies, Mantosh Malhotra dan Vice President Qualcomm India Larry Paulson, menunjukkan ukuran Snapdragon 835. TEMPO/Ali Hidayat

    TEMPO.CO, Singapura - Qualcomm memperkirakan jumlah perangkat handphone 3G dan 4G di Asia Tenggara sebanyak 730 juta unit di tahun 2020 mendatang, melesat dari jumlah saat ini lebih dari 450 juta unit.

    Baca: Snapdragon 660 dan 630 Cocok untuk Rekam Video 4K  

    Untuk mengantisipasi persaingan bisnis, Kepala Regional Asia Tenggara Qualcomm Technologies Mantosh Malhotra mengatakan pihaknya memiliki pusat pengembangan dan penelitian yang serius di sejumlah lokasi di dunia. "Semua hasil inovasi dan pengembangan akan di tangan konsumen," kata dia di Fairmont Hotel, Singapura, Selasa 9 Mei 2017.

    Mantosh memastikan semua penemuan teknologi mendapatkan perhatian dari konsumen, memperluas pasar perangkat dan menambah mitra bisnis. Dia menilai pasar perangkat seperti Vietnam dan Indonesia akan menjadi pusat manufaktur untuk peralatan elektronik.

    Baca: Snapdragon 660 dan 630 Punya 7 Fitur Unggulan, Apa Saja?

    Qualcom juga telah merilis prosesor Snapdragon 835. Dibanding mobil platform lain, Snapdragon diyakini memiliki keunggulan paling maju sejauh ini. Dengan ukuran paling mini 10nm di jagad chipset, Snapdragon 835 memiliki lebih dari 8 miliar transistor. Ukuran ini 30 persen lebih kecil dari seri sebelumnya, Snapdragon 820 dan 821.

    Hingga saat ini, Snapdragon 835 akan ditanamkan pada gadget level high end seperti Sony Xperia XZ, Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus, Xiomi Mi-6, Sharp Aquos R dan kacamata pintar ODG R9.

    Baca: Qualcomm Luncurkan Snapdragon 660 dan 630 untuk Fotografi Canggih  

    Direktur Pemasaran Produk Qualcomm Technologies Francisco Cheng mengatakan kecilnya ukuran Snapdragon 835 membuat cocok diadaptasi ke berbagai perangkat.

    "Meski kecil dan tipis, Snapdragon banyak keunggulan," kata dia. Dia mencontohkan kemampuan pengolahan grafis lebih cepat 25 persen, peningkatan audio, peningkatan fitur-fitur fotografi, peningkatan daya tangkap Wifi dan manajemen keamanan lebih baik.

    ALI HIDAYAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.