Pusaran Air Danau Toba Bikin Ilmuwan Bingung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Toba yang dilihat dari desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pemandangan Danau Toba yang dilihat dari desa Tongging, Karo, Sumut, Sabtu (25/01). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Fenomena air berputar dan naik turun sekaligus di tepi Danau Toba, Sumatera Utara, membuat ilmuwan bingung. Fenomena gerakan air tersebut diunggah ke YouTube, 5 Mei 2017. Informasi yang diperoleh Tempo, kejadian itu berlangsung Jumat pagi di daerah Palipi, Pulau Samosir. Beberapa warga sekitar yang ikut menyaksikan bertanya-tanya kenapa air berputar-putar dan permukaan air danau juga naik.

    Dari tayangan gambar terlihat, air dengan tanaman di atasnya, awalnya bergerak searah. Setelah itu ada arus balik dan pusaran secara perlahan. "Peristiwa seperti itu sulit dijelaskan dengan geologi," ujar pakar geologi dari Institut Teknologi Bandung, Lambok P. Hutasoit, Selasa, 9 Mei 2017.

    Baca: Tiga Maskapai Asing Buka Rute Tembus Danau Toba

    Lambok sempat meminta pendapat ke kelompok Masyarakat Limnologi Indonesia yang fokus meneliti tentang danau. Lambok termasuk anggotanya. "Mereka juga bingung, kecepatan arus di Danau Toba biasanya pelan," kata dia.

    Sempat ada dugaan, pergerakan air itu akibat angin. Namun, asumsi itu terbantahkan karena tanaman di sekitarnya tampak tidak bergerak oleh tiupan angin. Dugaan lain, kata Lambok, hasil dari arus setelah kapal lewat. Video tersebut hanya merekam singkat, kurang dari dua menit.

    Ada juga dugaan pusaran air tersebut muncul karena retakan di dasar danau. "Tapi kemungkinan besar bukan itu. Sebab, jalur lemah retakan bukan di Danau Toba, tapi jalur Gunung Pusuk Buhit," kata Lambok. Gunung tersebut berada dekat tepi Danau Toba.

    Baca: Badan Otorita Danau Toba Targetkan 1 Juta Turis

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.